Pengacara Farhat Abbas ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena kasus penghinaan yang dilakukannya terhadap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama lewat akun twitternya. Akibatnya, Farhat terancam gagal nyaleg lewat Partai Demokrat.Kendati demikian, Partai Demokrat masih belum memiliki pandangan tentang nasib Farhat di Daftar Caleg Sementara (DCS). Di internal Demokrat masih terjadi pro dan kontra terkait nasib Farhat.Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Sutan Bhatoegana mengaku tidak setuju dengan wacana hendak dicoretnya Farhat dari DCS Demokrat. Dia menilai, apa yang dilakukan Farhat tidak merugikan orang banyak."Kalau dicoret saya bisa dicoret juga dong, bisa rontok, lewat pula kita kan. Kita sudah sampaikan, ada orang berselisih penegak hukum si A, si B damai, udah damai, masa dicoret," jelas Sutan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (30/5).Sutan membantah jika Farhat telah melanggar pakta integritas partai karena telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penegak hukum. Menurut Sutan, pakta integritas berlaku bagi kader yang melanggar hukum berat."Pakta integritas itu kalau dimusuhi kita bersama, mainan asusila. Kalau keselip ngomong minta maaf, saya kira tidak. Besok-besok saya diadukan orang lagi. Kita tahu pakta integritas yang berat-beratlah, yang mencederai masyarakat banyak, kemarin delik aduan biasa, enggak apa-apa lah," tandasnya.Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Max Sopacua dengan tegas menyatakan bahwa Farhat telah melanggar pakta integritas yang diberlakukan Demokrat.Oleh sebab itu, Max menuturkan, Farhat sudah tentu akan dicoret dari DCS partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu."Tadi malam juga otomatis dengan ketua harian kita bicarakan. Jalan keluarnya bahwa tidak ada persoalan yang menghambat ketika seseorang itu tersangka sesuai dengan pakta integritas yang ada, jadi Pak Farhat kalau nantinya sudah pada saatnya, tidak bisa diakomodir karena statusnya tersangka," jelas Max di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/5).
Sutan tak setuju Farhat dicoret dari daftar caleg Demokrat
Kasus yang dialami Farhat, kata Sutan, tidak merugikan banyak orang.
Advertisement
Rekomendasi