Loyalis Anas: Andi Mallarangeng juga memperburuk citra Demokrat

Menurut Umar, banyaknya kader yang terlibat korupsi seperti Mantan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Loyalis Anas: Andi Mallarangeng juga memperburuk citra Demokrat
menpora andi mallarangeng. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Kubu Anas Urbaningrum berang dengan tudingan bahwa merosotnya elektabilitas karena sang Ketua Umum tersandung kasus korupsi. Ketua DPP Bidang Tanggap Darurat Partai Demokrat Umar Harsal menilai, turunnya elektabilitas karena kader lainnya juga tersandung korupsi.Menurut Umar, banyaknya kader yang terlibat korupsi seperti Mantan Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng dan Anggota Dewan Pembina Hartati Murdaya juga ikut memperburuk citra partai."Kita sudah 2 tahun sejak kasus Nazar dan Angie, tapi ditambah orang-orang dekat wanbin seperti Andi Mallarangeng dan hartati Murdaya. Itu juga membuat buruk, jadi jangan dilihat dari satu sisi," kata Umar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/2).Anggota Komisi V DPR ini juga berpendapat, suatu hal yang tidak wajar apabila hanya karena hasil survei, lantas Ketua Umum harus dilengserkan. Menurut Umar tersebut tidak terjadi di partai lain."Lihat PKS, PAN terjun bebas juga. Tapi partai tidak sikapi dengan emosional. Hal ini wajar, mesti disikapi dengan kerja keras. PAN tidak ada yang minta Hatta turun, Hanura tidak ada yang minta Wiranto turun," terangnya.Oleh sebab itu, dia menilai, penurunan elektabilitas partai bukan disikapi dengan menurunkan ketua umum. Melainkan dilakukan dengan kerja keras.Dia juga yakin bahwa Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bersikap arif dan bijaksana dalam menentukan sikap serta mengambil keputusan atas persoalan ini. Termasuk tidak akan melengserkan Anas dari kursi ketua umum."Saya yakin beliau taat dengan asas santun, dia pendiri Demokrat pasti akan mengambil putusan yang baik, duduk bersama Anas, membicarakan DPD DPP, dalam waktu dekat menyikapi turunnya elektabilitas partai," tandasnya.

Rekomendasi