Politikus cantik ini klaim lebih dulu blusukan dibanding Jokowi

"Insya Allah nyaleg lagi, kalau disetujui DPP, seperti pada 2009, saya akan door to door."

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Politikus cantik ini klaim lebih dulu blusukan dibanding Jokowi
Ingrid Kansil. ©2012 Merdeka.com

Blusukan alias keliling kampung-kampung dan menemui warga, menjadi istilah yang populer sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Politikus Partai Demokrat Ingrid Kansil, mengaku cara itu sudah dilakukannya sejak dulu, saat berkampanye pada Pemilu 2009.Ingrid yang kini duduk di Komisi VIII DPR ini mengungkapkan hal itu ketika ditanya soal strateginya dalam Pemilu 2014 mendatang agar terpilih kembali menjadi anggota parlemen."Insya Allah nyaleg lagi, kalau disetujui DPP, seperti pada 2009, saya akan door to door, karena masyarakat lebih senang dan lebih efektif turun ke bawah," katanya seusai menghadiri rapat Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/1).Istri Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan ini mengungkapkan pengalamannya pada 2009 saat dirinya menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat. Pada saat itu, sebagai artis dan bintang iklan, dirinya yang tengah sibuk syuting hanya memiliki waktu empat bulan sebelum pemilu diadakan.Selama empat bulan tersebut, Ingrid melakukan komunikasi langsung dengan masyarakat Sukabumi yang yang menjadi basis daerah pemilihannya. Hal itupun akhirnya membuahkan hasil. Ingrid masuk menjadi anggota DPR untuk masa jabatan 2009-2014. "Jadi istilah blusukan yang lagi ngetrend saat ini sudah saya lakukan sejak lama, lebih efektif, masyarakat senang didatangi, lebih terikat secara emosional," tuturnya.Pada Pemilu 2014, Ingrid menyadari, perjuangan memenangkan suara pemilih akan lebih keras, mengingat SBY yang selama ini menjadi pemikat suara tidak lagi dapat mencalonkan diri sebagai Presiden. Apalagi ditambah dengan berbagai kasus korupsi yang menerpa sebagian anggota Partai Demokrat.Meski begitu, lanjut Ingrid, hal ini menjadi tantangan bagi dia untuk menjelaskan kepada masyarakat, bahwa korupsi tersebut hanya dilakukan oleh oknum tertentu."Itu tidak bisa digeneralisir semua kader, itu hanya oknum," pungkasnya.

Rekomendasi