Capres tak populer sah saja jika demi kepentingan rakyat

Namun para capres dadakan tersebut tetap membutuhkan dukungan partai politik untuk bisa maju di 2014 mendatang.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Capres tak populer sah saja jika demi kepentingan rakyat
Bambang Mulyono capres dari Klaten. ©2013 Merdeka.com

Pengamat politik Sukardi Rinakit menilai banyaknya bermunculan tokoh yang mencalonkan diri untuk maju sebagai presiden tahun 2014 merupakan hal yang wajar dan sah saja. Asalkan hal itu demi untuk kepentingan rakyat."Menurut saya bagus saja, setiap orang punya hak untuk mencalonkan diri, kalau dia merasa mampu dia punya uang punya kapabilitas dan berniat bekerja untuk rakyat, boleh saja" jelas Sukardi usai diskusi dengan tema Tahun Berburu Politik di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (5/1).Namun demikian, kata dia, hal itu bukan sebuah persoalan yang mudah. Sebab, yang menentukan calon presiden dadakan benar-benar dapat maju untuk bertarung di Pemilu 2014 adalah partai politik."Ya itu tergantung partai, karena kan alat politiknya tetap partai, bisa atau tidak itu urusan partai," terangnya.Namun sekali lagi dia menegaskan, apabila memang benar capres 'dadakan' tersebut ingin maju demi kepentingan rakyat, hal itu patut di dukung. Agar muncul calon-calon alternatif yang dapat membawa perubahan bagi bangsa."Boleh saja dia mendeklarasikan dari sekarang untuk maju, perilaku itu adalah sah dan baik saja," pungkas dia.Sebelumnya, seorang juragan kecap asal Klaten Bambang Mulyono tiba-tiba muncul di majalah Tempo untuk mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden 2014. Selain itu, aksi serupa juga dilakukan capres asal Depok, Handoyo Noto Prodjo. Sedikit berbeda dengan Bambang, dia mendeklarasikan diri sebagai capres 2014 melalui video yang dia unggah ke Youtube.

Rekomendasi