Sejak ditetapkannya Andi Mallaranggeng menjadi tersangka kasus Hambalang dan yang bersangkutan mengundurkan diri dari kursi menpora, hingga saat ini Partai Demokrat belum menentukan siapa-siapa saja yang akan menjadi calon Andi. Bahkan SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat belum memunculkan nama.
"Kita menghargai hak prerogatif presiden, kalaupun presiden sudah menetapkan itu dari Demokrat memang sebelumnya juga menpora dari demokrat, tapi sekali lagi karena hak prerogatif presiden maka Demokrat dalam posisi yang pasif saja," kata Wasekjen PD Saan Mustopa di KPU, Jumat (4/1).
Saan mengatakan pihaknya juga belum mengetahui apakah presiden akan mengirim kader terbaiknya untuk mengisi kursi menpora atau akan menyerahkan kepada partai lain.
"Kita menunggu presiden apakah memberi kesempatan kembali kepada Partai Demokrat untuk mengirim kader terbaiknya menjadi menpora. Tentu presiden punya banyak pertimbangan siapa yang mengganti menpora," ujarnya.
Belum muncul satu pun nama di intern partai menurut Saan karena ada mekanisme tersendiri dari partainya untuk menyeleksi kader-kader yang nantinya berkompeten untuk mengisi kursi tersebut. Sama hal nya dengan memilih caleg, kursi menteri harus dirembukkan oleh majelis tinggi.
"Banyak yang kompeten di kader kami, tidak ada dikotomi yang muda atau bukan, yang penting punya semangat untuk memperbaiki keadaan pemuda dan olahraga kita menjadi lebih baik. bukan soal tua muda tapi soal kapasitas membuat Kemenpora menjadi lebih baik, dan memperbaiki perkembangan olahraga kita menjadi lebih baik itu yang lebih penting ke depannya," pungkasnya.