Tidak lama lagi kursi Menteri Pemuda dan Olahraga bakal terisi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah ambil ancang-ancang menunjuk pengganti Andi Alfian Mallarangeng. Meski di tengah prestasi olahraga Indonesia yang kian suram.Selepas ditinggal Andi Mallarangeng, kursi Menpora sementara diambil alih oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono. Mantan Juru Bicara Presiden dan Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat itu mundur sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan cegah tangkal buat dia, pada 6 Desember tahun lalu. Di hari sama saat dia mundur, KPK resmi menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia tidak sendirian. Ada dua orang lagi diduga terlibat perkara itu ikut dicekal. Mereka adalah Manajer Divisi Konstruksi I PT Adhi Karya, Muhammad Arief Taufiqurrahman, dan adik kandung Andi Mallarangeng, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel.Usai mengundurkan diri, Andi yang juga tenar dengan kumisnya itu langsung berkemas-kemas meninggalkan rumah dinasnya. Teka-teki pun bermunculan. Siapa sosok dianggap layak menggantikan posisi Andi saat ini. Tidak lama berselang, sejumlah nama politikus diberitakan bakal mengganti bekas pengamat politik lulusan Universitas Gadjah Mada itu.Menurut Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, tidak lama lagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menunjuk Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru. Tetapi, dia enggan menyebutkan dari kalangan mana calon itu berasal.Tercatat ada beberapa nama berseliweran dalam bursa calon Menpora. Mereka di antaranya mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan. Ada beberapa nama politikus partai berlambang bintang mercy itu ikut dijagokan. Yakni anggota Komisi I DPR dan mantan Menpora era Orde Baru Hayono Isman, Andi Nurpati, Khatibul Umam Wiranu, Saan Mustopa, dan I Gede Pasek Suardika.Selain nama-nama di atas, muncul juga sosok Brigjen TNI (Purn) Aziz Ahmadi. Aziz pernah menjadi Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI. Dia juga dekat dengan SBY, lantaran menjadi tim sukses pemenangan SBY pada 2004 dan 2009. Aziz juga pernah menjadi Sekretaris Pribadi SBY saat menjabat Menteri Koordinator Politik dan Keamanan pada 2001 sampai 2004, dan Sespri Sekretaris Kabinet pada 2004 sampai 2007. Karena kedekatan dengan SBY itu, Aziz diduga menjadi kuda hitam dalam bursa MenporaTidak ketinggalan, nama Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di DPR, Puan Maharani, sempat mencuat ke permukaan. Berhembus kabar dia bakal diusung kuat oposisi buat menduduki kursi Menpora. Namun, beberapa pihak buka suara soal siapa calon pengganti Andi Mallarangeng. Menurut pendapat anggota Komisi X DPR Fraksi PDIP Dedi Gumelar, lebih baik jabatan itu diisi kalangan profesional. Mantan anggota grup lawak Bagito dengan nama panggung Miing itu mengatakan hal itu bakal berimbas pada perubahan prestasi olahraga lebih baik. Dia juga berharap nantinya Menpora baru tidak cacat moral, profesional, dan memiliki semangat olahraga yang tinggi.Di sisi lain, tampaknya Partai Demokrat tidak mau kehilangan kursi Menpora jatah koalisi. Mereka tidak bakal menyerahkan jabatan itu kepada pihak lain. Apalagi, tahun ini semua partai politik sudah pasang kuda-kuda bersiap menghadapi pemilihan umum tahun depan. Tentunya mereka tidak ingin kehilangan cengkeraman sejengkal pun. Apapun bakal dilakukan asal menang.Berkaca dari kemelut menimpa Andi Mallarangeng, mestinya hal itu bisa menjadi panduan SBY buat menunjuk Menpora baru. Jangan sampai nantinya malah terjerumus di lubang sama. SBY harus ingat, nantinya dia tidak hanya sekedar menunjuk pengganti. Tetapi juga mengangkat penyelenggara negara yang mesti memberikan teladan kepada masyarakat. Jangan sampai malah pejabatnya mengkhianati sumpah jabatan malah asyik menikmati harta hasil rasuah.
Bursa Menpora, dari Foke sampai Ramadhan Pohan
Banyak kalangan mendesak,posisi Mepora harus diisi oleh orang non parpol.
Rekomendasi