Meski suasana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bangkalan, yang berlangsung hari ini, Rabu (12/12) berjalan kondusif, bantuan pasukan terus berdatangan. Sekitar 500 pasukan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok tiba di kantor KPUD Bangkalan Jalan Pemuda Kaffa, sekitar pukul 11.30 WIB.Tiba di kantor KPUD setempat, pasukan Brimob bersenjata lengkap ini langsung menggelar apel pasukan yang di pimpin langsung Kapolres Bangkalan AKBP Endar Priantoro.Endar mengatakan, bantuan dari Jakarta ini datang dengan menggunakan 30 bus. "Mereka akan disiagakan untuk mengamankan Pilkada Bangkalan yang digelar hari ini," kata Endar."Mereka akan kami tempatkan untuk menjaga TPS-TPS saat penghitungan suara yang akan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB nanti," imbuh Kapolres.Antisipasi keamanan tetap dilakukan karena saat penghitungan suara dikhawatirkan rentan terjadi gejolak pasca keputusan KPUD soal pencoretan salah satu pasangan calon (Imam-Zainal). "Kultur budaya di Madura sangat berbeda dengan daerah lain, sehingga kami perlu mewaspadai segala kemungkinan yang terjadi dan mengganggu proses berlangsungnya pemilihan," kata Endar.Sebelumnya, pihak kepolisian mengkhawatirkan terjadinya kerusuhan susulan pasca insiden Senin kemarin ini saat hari pencoblosan. Meski hingga siang ini, belum ada tanda-tanda gerakan dari massa anti Pilkada, pihak kepolisian tetap memperketat pengawalan. "Pada saat penghitungan suara nanti, justru yang menjadi kekhawatiran kami akan terjadi gejolak, melalui pendistribusian hingga penghitungan suara sangat rentan terjadi gejolak," pungkas Endar.
500 Personel Brimob bantuan amankan KPUD Bangkalan
Kepolisian mengantisipasi kerawanan keamanan saat proses penghitungan suara berlangsung.
Rekomendasi