Profil 4 Tokoh Kebanggaan Sekjen PDIP, Layak Maju Capres 2024?

Senin, 8 Agustus 2022 14:09 Reporter : Merdeka
Profil 4 Tokoh Kebanggaan Sekjen PDIP, Layak Maju Capres 2024? hasto kristiyanto. ©2022 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, sampai hari ini partainya belum menentukan siapa calon presiden yang bakal diusung pada Pilpres 2024. Namun dia menyinggung empat nama kader PDIP yang dianggap punya prestasi bagus.

Hasto mengungkapkan, nama-nama potensial sebagai calon presiden di 2024. Nama tersebut diantara Ketua DPR RI Puan Maharani hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Misalnya Mbak Puan sebagai ketua DPR RI, kemudian ada Bu Risma, ada kemudian Pak Ganjar, ada Pak Anas," ungkapnya.

Risma adalah Menteri Sosial. Ganjar merupakan Gubernur Jawa Tengah, dan Azwar Anas adalah mantan Bupati Banyuwangi.

"Ketua DPR dengan pengalaman yang sangat luas, kemudian Bu Risma sebagai Mensos. kemudian Pak Ganjar sebagai Gubernur. Semua unjuk kinerja itu yang harus dilakukan oleh seluruh kader partai dari PDI Perjuangan unjuk kinerja," papar Hasto.

"Siapa yang berkerja dan mengangkat harkat martabat bangsa di situ rakyat akan memberikan apresiasi. Nah itulah yang nanti akan dinilai oleh Ibu Megawati," sambungnya.

2 dari 5 halaman

Puan Maharani

rev2

Sosok Puan Maharani tak asing lagi di telinga masyarakat. Apalagi bagi simpatisan PDIP. Puan merupakan putri bungsung Megawati Soekarnoputri.

Puan lahir 6 September 1973, dia adalah seorang politikus PDIP yang kini menjabat sebagai Ketua DPR periode 2019–2024.

Puan merupakan perempuan pertama dan orang termuda ketiga, setelah Achmad Sjaichu dan I Gusti Gde Subamia, yang pernah menjabat sebagai Ketua DPR secara tetap. Dia berusia 46 tahun saat dilantik. Sebelumnya, ia merupakan Menko PMK antara 2014 hingga 2019.

Puan menjadi perempuan pertama dan orang termuda yang pernah menjabat sebagai menteri koordinator. Puan pernah menjabat sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI pada 2012 hingga 2014. Di DPR, Puan Maharani berada di Komisi VI yang mengawasi BUMN, perdagangan, koperasi, dan usaha kecil menengah, serta anggota badan kelengkapan dewan BKSAP DPR RI.

Sebagai anggota PDIP, ia pertama kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada 2009. Ia menjabat sebagai ketua fraksi partai dari 2012 hingga terpilih sebagai menteri pada 2014. Dia adalah satu dari delapan perempuan yang terpilih sebagai menteri dan satu-satunya menteri koordinator perempuan. Ia kembali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dalam pemilu 2019.

Puan adalah anak bungsu dan satu-satunya putri mantan presiden dan pemimpin PDIP saat ini, Megawati Soekarnoputri, serta cucu dari presiden pertama Indonesia Seokarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah seorang politikus yang menjabat sebagai Ketua MPR dari 2009 hingga pada 2013.

3 dari 5 halaman

Ganjar Pranowo

rev2

Ganjar Pranowo dilahirkan dari keluarga sederhana di sebuah desa di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Ayahnya bernama S. Pamudji dan ibunya bernama Sri Suparni.

Lahir dengan nama Ganjar Sungkowo, ia merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Ayah Ganjar Pranowo merupakan seorang polisi dan sempat ditugaskan untuk mengikuti operasi penumpasan PRRI/Permesta.

Dikutip dari wikipedia, Ganjar juga memiliki kisah penggantian nama yang lazim terjadi pada tradisi anak-anak di tanah Jawa-Mataram zaman dahulu. Nama asli dari Ganjar Pranowo adalah Ganjar Sungkowo yang berarti "Ganjaran dari Kesusahan/Kesedihan (Sungkowo)".

Namun, ketika memasuki masa sekolah nama Sungkowo diganti dengan Pranowo. Karena ketakutan orang tuanya jika sang anak kelak ‘selalu berkubang kesialan dan kesusahan’ bila memakai nama Sungkowo.

Ganjar lulusan dari Fakultas Hukum UGM dengan dosen penguji skripsi Prof. Nindyo Pramono. Tamat kuliah, Ganjar Pranowo awalnya bekerja di lembaga konsultan HRD di Jakarta yaitu PT Prakasa.

Selain itu, ia juga pernah bekerja di PT Prastawana Karya Samitra dan PT Semeru Realindo Inti. Aktif di GMNI dan mengagumi Soekarno, Ganjar awalnya menjadi simpatisan PDI. Tahun 1996, PDI dilanda konflik internal antara pendukung Soerjadi dan Megawati Soekarnoputri sebagai representasi trah Bung Karno.

Ganjar ikut mendukung Megawati, meskipun ayahnya adalah seorang polisi sedangkan kakaknya seorang hakim yang oleh Orba seluruh pejabat publik dilarang berpolitik dan harus mendukung Golkar sepenuhnya.

Ganjar akhirnya memilih berkarier di politik lewat Partai PDIP yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

4 dari 5 halaman

Tri Rismaharini

rev2

Tri Rismaharini, atau yang akrab disapa Risma lahir 20 November 1961. Dia adalah Menteri Sosial yang mulai menjabat sejak 23 Desember 2020.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Surabaya pada 28 September 2010 hingga 28 September 2015 dan 17 Februari 2016 hingga 23 Desember 2020.

Dikutip dari Wikipedia, Risma adalah wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah. Risma juga tercatat sebagai wanita pertama yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi Indonesia di era reformasi dan merupakan kepala daerah perempuan pertama di Indonesia yang berulang kali masuk dalam daftar pemimpin terbaik dunia.

Melalui pemilihan langsung, Risma menggantikan Bambang Dwi Hartono yang kemudian menjabat sebagai wakilnya. Pasangan Risma-Bambang diusung oleh PDIP dan memenangi Pilkada Surabaya tahun 2010 dengan perolehan suara mencapai 358.187 suara atau 38,53 persen dari jumlah suara keseluruhan.

Pasangan ini dilantik pada tanggal 28 September 2010 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya. Namun di tengah masa jabatan, Bambang D. H. mengundurkan diri pada 14 Juni 2013 karena maju sebagai calon Gubernur Jawa Timur pada pilkada Jawa Timur 2013.

Pasca pengunduran diri Bambang, Risma didampingi oleh Whisnu Sakti Buana, putra politisi senior PDIP dan wakil ketua MPR RI periode 1999-2004, Soetjipto Soedjono, yang terpilih secara aklamasi sebagai wakil wali kota Surabaya dalam sidang paripurna DPRD Kota Surabaya pada 8 November 2013 dan resmi dilantik pada tanggal 24 Januari 2014.

Pada Pilkada Serentak 2015, pasangan Risma-Whisnu diusung oleh PDIP dan terpilih kembali dengan meraih kemenangan mutlak yakni sebesar 893.087 suara atau 86,34 persen dari jumlah suara keseluruhan.

Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana dilantik sebagai wali kota dan wakil wali kota Surabaya untuk masa bakti 2016-2021 pada tanggal 17 Februari 2016 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Gedung Negara Grahadi bersamaan dengan pelantikan 16 bupati/wali kota hasil Pilkada Serentak 2015 di Jawa Timur.

Sebelum menjadi wali kota, Risma menjabat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya (Bappeko) hingga tahun 2010.

Risma juga pernah menjabat Kepala Bagian Bina Pembangunan pada tahun 2002 yang berhasil memodernisasi sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Kota Surabaya dari sistem manual menjadi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang saat itu lebih dikenal dengan istilah e-Procurement, kesuksesan sistem tersebut mengikuti suksesnya pengembangan sistem lainnya seperti e-Government dan e-Budgeting yang lebih dahulu dikembangkan.

Tri Rismaharini dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Sosial pada tanggal 23 Desember 2020 dalam reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Ia menggantikan Juliari Batubara yang tersandung kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Covid-19

5 dari 5 halaman

Azwar Anas

rev2

Abdullah Azwar Anas lahir 6 Agustus 1973. Dia adalah seorang politisi PDIP yang saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa (LKPP) sejak 13 Januari 2022.

Dia juga merupakan Bupati Banyuwangi periode 21 Oktober 2010 hingga 17 Februari 2021.

Dia dilantik menjadi bupati setelah mengalahkan 2 kontestan pemilihan kepala daerah lainnya yakni pasangan Ir. Djalaludin-Yusuf Nuris dan Emilia Contessa-Zaenuri. Sebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah menjadi anggota MPR dan DPR.

Azwar Anas dibesarkan dalam lingkungan pesantren dengan agama yang kuat. Pendidikannya ditempuh dengan berpindah-pindah. Ia pernah masuk di MI Karangdoro, Tegalsari pada tahun 1980 MI Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura pada tahun 1982-1983 dan masuk MI Kebunrejo Genteng pada tahun 1983 hingga 1986.

Setelah itu ia melanjutkan SMP di SMP Negeri 1 Genteng pada tahun 1986 hingga 1988 dan pindah ke SMP Negeri 1 Banyuwangi pada tahun 1988 dan tamat pada tahun berikutnya.

Setelah tamat SMP, Azwar Anas hijrah ke Jember untuk melanjutkan SMA di SMA Negeri 1 Jember dan tamat pada tahun 1992.

Pendidikan di perguruan tinggi ia jalani di IKIP Jakarta (Fakultas Teknologi Pendidikan) dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Pendidikan Strata dua nya ia jalani di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia dan ia selesaikan pada tahun 2005.

Anas juga pernah tercatat sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama masa bhakti 2000 - 2003, setelah memenangi pemilihan ketua umum pada perhelatan Kongres IPNU di Makassar tahun 2000. [rnd]

Baca juga:
Membedah 5 Hal Penting tentang Soekarno di Buku Karya Sekjen PDIP
Contoh Soekarno-Soeharto, Effendi Simbolon Dukung Jokowi Perpanjang Jabatan Presiden
Ganjar dan Puan Maju Pilpres, Suara Pemilih di Jawa Tengah Bakal Terbelah
Bicara Capres, Hasto Kristiyanto Ungkap 4 Nama Kader Kebanggaan PDIP
Hasto: Calon Menpan RB dari PDIP, Sudah Dibahas Mendalam Jokowi dan Megawati

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini