Prabowo-Sandi Pepet Elektabilitas dari Blunder Kebijakan Jokowi

Senin, 4 Februari 2019 21:05 Reporter : Aksara Bebey
Prabowo-Sandi Pepet Elektabilitas dari Blunder Kebijakan Jokowi Jokowi hadiri Spirit of Millenials: Green Festival. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Elektabilitas Calon Presiden nomor Urut 01, Joko Widodo- Ma'ruf Amin diklaim stagnan. Hal itu dimanfaatkan oleh kubu lawan untuk menyalip perolehan suara di sisa masa kampanye Pipres 2019.

Jubir (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo- Sandiaga Uno, Ledia Hanifa Amaliah mengatakan, bahwa trend elektabilitas calon yang diusungnya terus mengalami kenaikan. Ia pun membenarkan klaim Sandiaga Uno yang menyebut selisih antar kedua paslon hanya berbeda satu digit.

"Suara pak Jokowi cenderung stagnan. Sekarang memang (dari survei internal) selisihnya sudah tipis," kata perempuan yang juga Koordinator Juru Debat BPN di Bandung, Senin (4/2).

"Kami akan memanfaatkan waktu yang tersisa, juga di saat debat kandidat untuk meningkatkan potensi perolehan suara," lanjutnya.

Meski enggan mengungkap detil hasil survei internal tim, Ledia memastikan elektabilitas Prabowo-Sandiaga terus meningkat secara signifikan. Ini pun ia sebut kembali menunjukkan bahwa strategi yang dibuat tim berjalan baik.

Strategi tersebut adalah mengurangi agenda rapat pemenangan dan temu kader di daerah-daerah. Yang diandalkan saat ini adalah militansi kader-kader, simpatisan partai koalisi dalam BPN untuk terjun langsung ke masyarakat. Meski tidak terlihat euforianya, namun pola itu sangat efektif mendongkrak popularitas dan elektabilitas.

"Dalam berbagai survei, rapat-rapat gitu hanya bisa mendongkrak sekitar 2 persen. Beda dengan tatap muka. Kami percaya gerakan turun ke bawah lebih efektif," imbuhnya.

Pihaknya mengakui jika elektabilitas yang terus meningkat itu tidak terlepas dari gerakan #2019GantiPresiden yang terus digaungkan oleh masyarakat. Ditambah, banyak kebijakan blunder yang diambil oleh petahana.

Ia mencontohkan, kebijakan memberi remisi kepada terdakwa pelaku pembunuhan wartawan, hingga tidak jelasnya pemberian bebas kepada Abu Bakar Ba'asyir.

"Ada beberapa blunder dalam kebijakan yang diambil. Itu merupakan keuntungan buat kami. Intinya, hasil survei internal ini bikin kita lebih semangat, di Pilgub Jawa Barat, DKI bisa kok ternyata," pungkasnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini