Prabowo Jawab Jokowi: Konsultan Bayarnya Mahal, Kita Belajar dari Rakyat

Senin, 4 Februari 2019 19:11 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Prabowo Jawab Jokowi: Konsultan Bayarnya Mahal, Kita Belajar dari Rakyat Ribuan Purnawirawan TNI/Polri Temui Prabowo di Hambalang. ©2019 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menjawab sindiran Joko Widodo ( Jokowi) soal menggunakan konsultan asing. Prabowo membantah gunakan konsultan politik asing dalam menghadapi Pilpres 2019.

Hal itu diungkapkan dalam Vlog Koordinator BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Prabowo, Senin (4/1). Vlog tersebut diunggah Dahnil dalam akun Twitter resminya.

"Tidak ada, bahwa saya punya banyak teman dimana-mana, ada orang Jepang, orang Korea, orang Rusia, orang Jerman, saya kan 20 tahun bisnis di luar negeri," kata Prabowo.

Prabowo menegaskan, tak menggunakan jasa konsultan politik asing. Sebab, selain biaya mahal, menurut dia, orang asing tak paham kondisi politik Indonesia.

"Jadi saya punya kenalan banyak, jadi enggak ada konsultan gimana, bayarnya mahal dan mereka enggak ngerti apa-apa tentang politik Indonesia. Enggak ada itu," jelas Prabowo.

Namun, Prabowo akui menggunakan jasa konsultan untuk bisnisnya. Tapi untuk politik, dia menekankan, tak ada menggunakan jasa konsultan asing.

"Kalau untuk bidang-bidang lain mungkin ya, untuk ekonomi bisnis dan sebagainya, tapi politik sama sekali enggak ada," tambah Prabowo.

Dalam Vlog itu, Dahnil pun menimpali. Politik Prabowo-Sandiaga hanya politik ala Bojong Koneng. Bojong Koneng adalah wilayah tempat tinggal Prabowo di Hambalang, Bogor.

"Haha bener, Bojong Koneng, kita belajar dari rakyat kitalah," tutup Prabowo.

Sebelumnya, Jokowi menghadiri deklarasi sedulur kayu dan mebel (Sekabel) Jokowi, di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (3/2). Ribuan pengusaha mebel dan kayu dari berbagai daerah di Indonesia hadir di acara ini.

Di hadapan pengusaha kayu, Jokowi mengungkit pihak-pihak yang menuding dirinya antek asing. "Yang antek asing siapa? Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk dia antek asing, padahal dirinya sendiri antek asing. Enggak mempan antek asing, ganti lagi," kata Jokowi.

Dia mengatakan orang yang membolak-balikan fakta adalah pihak yang menggunakan propaganda Rusia. Yaitu dengan cara menyemburkan kebohongan, kedustaan sehingga masyarakat menjadi ragu.

"Memang teorinya seperti itu. Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut. Enggak peduli," kata Jokowi.

Dia menilai pihak-pihak yang menuding antek asing malahan menggunakan konsultan asing. "Konsultannya konsultan asing. Terus yang antek asing siapa? Kanan sampai kita disuguhi kebohongan yang terus-menerus. Rakyat kita sudah pintar, baik yang di kota atau di desa," ungkap Jokowi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini