Prabowo ingatkan pemerintah agar tidak memaksakan kehendak
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengingatkan pemerintah untuk tidak memaksakan kehendak, termasuk dalam hal melanggengkan kekuasaan. Pernyataan Prabowo ini berkaitan dengan revisi Undang-undang Pemilu, salah satunya ambang batas pencalonan presiden 20 persen yang didukung partai koalisi pemerintah.
Artikel terkait Prabowo Subianto juga bisa dibaca di Liputan6.com
"Karena ini sesuai yang disampaikan Pak SBY. Kita wajib mengawal, mengingatkan, mengimbangi dengan baik, mengingatkan mereka-mereka yang berada di kekuasaan bahwa demokrasi itu adalah jalan terbaik, dan demokrasi membutuhkan semangat patuh kepada logika, semangat patuh kepada rush of the game dan harus adil dan tidak memaksakan kehendak dengan segala cara," kata Prabowo usai bertemu Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas, Kamis (27/7).
Prabowo mengaku bersama SBY akan terus berkomunikasi, menjadi bagian check and balance untuk pemerintah. Dia pun membuka pintu bagi partai lain untuk bergabung.
"Saya sesuai dengan Pak SBY, siapa pun yang undang kami, kami siap melakukan dialog dan tukar pandangan," tuturnya.
Di lokasi sama, SBY menerangkan tujuan langkah politik bersama Prabowo sebagai bagian dari pihak penyeimbang terhadap kebijakan-kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Tujuan kedua kami baik; bangsa kokoh, stabil ekonomi maju, kesejahteraan meningkat, demokrasi meningkat, hubungan internasional terjaga, maka rakyat akan bersuka cita. Kita bikin rakyat ke depan makin bersuka cita," ujar SBY. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya