Prabowo Ingatkan Ancaman Jakarta, Surabaya Hingga Merauke Tenggelam

Jumat, 12 April 2019 16:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Prabowo Ingatkan Ancaman Jakarta, Surabaya Hingga Merauke Tenggelam Kampanye Prabowo di Solo. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membeberkan sejumlah masalah yang jadi pekerjaan rumah untuk pemerintahan selanjutnya. Pernyataan ini disampaikan dalam Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur.

Pertama, mengalirnya kekayaan Indonesia ke luar negeri. Menurutnya, kekayaan Indonesia tidak tinggal di dalam negeri, maka pemerintah yang akan datang harus bisa menghentikan ini. Dia kembali menyinggung pernyataan KPK bahwa penerimaan negara seharusnya Rp 4.000 Triliun. Namun yang masuk hanya Rp 2.000 Triliun.

"Dari Rp 2.000 Triliun, bocor lagi 40 persen. Berarti yang sampai ke rakyat hanya 1/3 kurang. Ini masalah, 2/3 bocor. Ini tantangan utama kita dan harus bisa hentikan kebocoran ini," katanya.

Kedua, terjadi ketimpangan kekayaan dan ketidakadilan. Prabowo menyebut, segelintir orang menguasai sebagian kekayaan Indonesia.

"Kalau kekayaan Indonesia dibagi 10 orang, maka 1 orang terkaya memiliki 75 persen kekayaan negara. Orang termiskin, dia hanya punya utang. kondisi tidak adil dan harus kita atasi," ujarnya

Ketiga, tantangan cuaca dan iklim. Mantan Danjen Kopassus ini mengungkapkan, ini persoalan sangat mendesak namun terpinggirkan. Dia menjelaskan, jika permukaan laut naik 5 meter maka sejumlah daerah akan tenggelam.

"Surabaya tenggelam, Jakarta tenggelam, pantai utara jawa tenggelam, pantai timur Sumatera, Merauke tenggelam. Ini harus kita siap-siap sekarang. Tidak mungkin pemerintah yang tidak kuat, tidak benar, bisa mengatasi masalah ini. Ini bukan hoaks, angan-angan tapi tantangan," terangnya.

Keempat, dia menambahkan, Indonesia menghadapi masalah pangan, energi dan air bersih. Prabowo berjanji menjamin kecukupan pangan, cukup energi dan air bersih di banyak wilayah RI bahkan di ibu kota banyak rakyat yang tidak punya air bersih.

Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani maka pemerintah akan menghadapi ledakan penduduk. Sehingga menyebabkan terjadinya ketimpangan ekonomi dan huru hara.

"Kami ingin program yang saya pimpin, harus mencapai swasembada pangan, air dan energi. Kami akan mencukupi kebutuhan pangan dan bahan bakar dan air kita," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini