Populisme agama dan ekonomi dinilai bakal menjadi tantangan Jokowi di Pilpres 2019
Merdeka.com - Hasil survei dilakukan Alvara Research Center kepuasan publik secara menyeluruh terhadap kinerja Presiden Joko Widodo mencapai 77,3 persen. Kendati demikian, tingkat kepuasan terhadap bidang ekonomi tergolong rendah.
Tiga aspek yang dinilai rendah adalah kemudahan lapangan kerja meraih 59,8 persen suara. Kemudian pengentasan kemiskinan 58,1 persen suara. Dan aspek stabilitas harga kebutuhan pokok mencapai 55,7 persen suara.
CEO Alvara Hasanuddin Ali memperkirakan isu populisme agama, persoalan ekonomi, dan pemilih milenial bakal mewarnai kontestasi Pilpres 2019. Khusus isu pertama dan kedua, menurut dia, sangat erat bakal menjadi isu yang dipakai lawan politik terhadap Joko Widodo.
"Populisme berbasis agama, pertarungan antara kelompok nasionalis dan islamis politik akan tetap mewarnai dan mendominasi wacana dalam memperebutkan potensi suara pemilih. Kedua, persoalan ekonomi, tidak bisa dipungkiri bahwa kinerja ekonomi pemerintah Joko Widodo-JK tidak terlalu menjanjikan," ujar Hasanuddin Ali di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Jumat (23/2).
Menurut Hasanuddin, isu agama ini akan menjadi preferensi orang memilih calon presiden. Sebab, 87 persen berdasarkan data BPS pemilih merupakan beragama Islam. Hasanuddin melihat hal itu akan bisa ditangani Jokowi apabila merangkul cawapres berlatar belakang Islam.
"Saya lihat begini ya, pak Jokowi sekarang keliling daerah-daerah, pesantren-pesantren untuk menangkal isu SARA itu, untuk merangkul kelompok-kelompok Islam, apabila dia merangkul cawapresnya Islam juga maka dia semakin kuat dia untuk merebut pemilih Islam," jelasnya.
Isu itu, menurutnya, berkaitan erat dengan isu ekonomi. Selama ini yang menyuarakan isu kesenjangan ekonomi adalah kelompok berbasis agama kepada masyarakat kalangan ekonomi bawah.
"Itu sering kali dipakai teman-teman yang berbasis agama untuk keberpihakan pak Jokowi dalam ekonomi memenangkan bawah itu memperkuat legitimasi bahwa pak Jokowi tidak memihak kelompok Islam," tandasnya.
Survei ini dilakukan dengan metode multi-stage random sampling dengan margin of error sebesar 2 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei melalui wawancara tatap muka pada dari tanggal 17 Januari hingga 7 Februari. Responden survei ini melibatkan 2.203 orang dengan 50,5 persen merupakan generasi milenial.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya