Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mendukung adanya poros ketiga dalam Pilpres 2019. Sebab jika hanya ada dua poros, kata Ferdinand, akan terjadi perpecahan di Indonesia.
"Gambaran saya kira-kira akan terjadi perpecahan serius bangsa ini, situasi anarki dan mungkin kericuhan dimana-dimana. Itulah yang bisa saya bayangkan terjadi bila melihat kerasnya perbedaan antara pendukung kedua belah pihak saat ini," Kata Ferdinand pada wartawan, Jumat (16/3).
Menurutnya, kehadiran poros ketiga bisa membuat kondisi politik negara tenang. Serta tambahnya, bisa membuat alternatif pilihan bagu masyarakat.
"Poros ini diharap akan menjadi saluran pendingin suhu politik yang panas, poros ini akan menjadi solusi bagi kebuntuan politik yang membuat banyak pihak frustasi dalam hidup berbangsa dan bernegara, poros ini akan menjadi poros penengah dan menjadi alternatif bagi publik," ungkapnya.
"Di situlah letaknya mengapa Poros Baru Ke Tiga menjadi perlu dan menjadi kebutuhan. Bukan sekadar keinginan untuk mencari kekuasaan, tapi demi masa depan bangsa, demi kesatuan dan demi kondusifitas negara kita," tandasnya.
Diketahui, saat ini calon terkuat dalam Pilpres 2019 adalah Jokowi dan Prabowo. Jokowi telah diusung oleh lima partai pendukungnya yakni PDIP, NasDem, Golkar, PPP, dan Hanura.
Sedangkan Prabowo hingga kini belum resmi menyatakan diri akan maju dalam Pilpres mendatang. Namun sebanyak 34 DPD Partai Gerindra sudah menyatakan dukungannya untuk mengusung Prabowo sebagai calon presiden. PKS juga telah menyatakan dirinya akan tetap berkoalisi Gerindra.
Di sisi lain, ada beberapa partai yang belum menentukan arah dukungan seperti PKB, PAN, dan Demokrat. Tiga partai itu telah menggelar pertemuan untuk membahas peluang membentuk poros ketiga.