Politik memanas, Jokowi curhat pontang panting sampai naik kuda
Merdeka.com - Sejak awal November 2016 setiap hari publik disuguhkan memanasnya situasi politik dalam negeri. Kasus dugaan penistaan agama yang menyeret nama Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka, melebar ke pemerintah pusat hingga muncul isu gerakan makar menjatuhkan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla.
Selama tiga pekan terakhir sejak demo besar-besaran 4 November, publik melihat langsung kesibukan Presiden Jokowi mondar mandir melakukan safari politik dan militer. Mulai dari bertemu ulama, kunjungan ke markas pasukan elite TNI dan Polri, hingga bertemu dengan ketua umum partai politik nasional.

Di hadapan bankir-bankir tanah air, Presiden Jokowi menceritakan pengalamannya menghadapi memanasnya suhu politik tanah air. "Akhir-akhir ini situasi politik sedikit memanas, ini biasa dalam pilkada tensinya tambah hangat sangat biasa tetapi karena banyak sekali faktor-faktor yang lain yang sebetulnya pilkada tidak hanya di Jakarta saja tetapi sekali lagi di Jakarta istimewa," ujar Jokowi saat bankers dinner di JCC, Selasa (22/11).
Presiden Jokowi melanjutkan, saat situasi memanas, dia harus turun tangan. Jokowi pun menyinggung upayanya meredam suhu politik, termasuk harus menunggang kuda saat berkunjung ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Saya pontang panting ke sini tapi hal biasa karena saya merasakan di lapangan, karena pontang panting itu saya yang tidak biasa naik kuda harus naik kuda," katanya.
Dia juga menceritakan lobi makan siang berbalut silaturahmi dengan sejumlah ketua umum partai politik nasional. Beberapa hari terakhir Presiden Jokowi mengundang secara personal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dilanjutkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Lalu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Dalam pembicaraan empat mata sambil menikmati santap siang, Presiden dan ketua umum partai membahas persoalan bangsa dan mencari jalan keluar terbaik. Jokowi menyinggung juga soal menu makanan yang disantap dengan para ketua umum partai.

"Misal ketemu Pak Prabowo, meskinya subtansi yang ditanyakan misal tata negara kita, tetapi yang ditanyakan tadi oleh media, pak makan lauknya apa? Saya jawab ikan bakar. Ketemu tokoh lain, makan bakmi godok, karena yang ditanyakan saya jawab itu. Hal-hal yang subtansi yang ditanyakan bertemu Pak Prabowo, Bu Mega, Setnov, Romy, makan siang dengan mereka biasa," jelasnya.
Pada kesempatan itu, mantan Gubernur DKI ini mengatakan maksud dan tujuannya melakukan semua langkah politik itu. Tujuannya untuk meredam suhu politik agar masyarakat tetap tenang dan bisa beraktivitas seperti biasa.

"Perlu kita buka agar masyarakat tahu berbicara dengan ketua partai, ke markas TNI dan Polri memberikan ketenangan. Jangan disibukkan tensi politik sedikit hangat dalam dua-tiga minggu kemarin. Ekonom-ekonom jangan ikut memanasi," pesan Jokowi. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya