'Politik Harus Bebas Dari Isu SARA, Arahkan ke Toleransi Terima Perbedaan'

Jumat, 8 November 2019 19:12 Reporter : Didi Syafirdi
'Politik Harus Bebas Dari Isu SARA, Arahkan ke Toleransi Terima Perbedaan' Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Suku, agama, ras dan antar golongan jika ditarik ke ranah politik ditakutkan akan menimbulkan perpecahan. Seharusnya perbedaan dikelola untuk menguatkan persatuan.

"Politik harus terbebas dari isu SARA. Harus diarahkan ke toleransi yang dapat menerima budaya yang berbeda-beda, sehingga terciptalah apa yang dinamakan multi kulturalisme," ujar Guru Besar Psikologi Politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk dalam keterangannya, Jumat (8/11).

Dia mencontohkan di masa lalu Mohammad Natsir aspirasi politiknya adalah Masyumi Partai Islam, tetapi kemudian dia bisa bersahabat dengan orang-orang dari partai Katolik.

"Enggak ada itu sedikit-sedikit mengkafir-kafirkan. Karena ketika seseorang sudah menjadi tokoh bangsa memang dia tidak lagi jadi wakil satu golongan tetapi dia sudah wakil dari semuanya," tuturnya.

1 dari 1 halaman

Semangat Indonesia Gotong Royong Semua Golongan

Untuk itu, Hamdi mengingatkan agar masyarakat jangan sampai terkungkung dengan kebanggaan identitas kesukuan semata, tetapi harus bangga akan nasionalismenya. Menurutnya, masyarakat harus diingatkan lagi dengan sejarah pembentukan republik ini, bahwa kemerdekaan kita adalah gotong royong semua agama dan suku bahu-membahu, nggak ada yang lebih tinggi dari yang lain.

Untuk itu Kepala Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia ini pun berharap kepada para generasi muda bangsa agar dapat menjadi pahlawan perdamaian yang baru. Karena dengan semakin berkembangnya teknologi jangan sampai generasi muda ini melupakan sejarah bangsanya.

"Hayati bahwa Indonesia ini atas dasar semangat gotong royong semua agama, semua golongan," tandasnya. [did]

Baca juga:
Ketum PAN Minta Wejangan Amien Rais Tentukan Arah Politik 5 Tahun ke Depan
TikTok Melarang Iklan Politik Berbayar, Kenapa?
Mahasiswa Diimbau Jangan Alergi Dengan Politik
Seteru Dua Kubu di PKB
Sri Mulyani Soal Pertemuan Jokowi & Prabowo: Proses Politik Selesai dengan Baik
Menengok Sepak Terjang Sabam Sirait, Politikus Senior 7 Presiden

Topik berita Terkait:
  1. Politik
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini