PKS Minta Maaf dengan PDIP, Fahri Hamzah Sindir Lagi Oposisi Memble

Senin, 8 November 2021 15:52 Reporter : Ahda Bayhaqi
PKS Minta Maaf dengan PDIP, Fahri Hamzah Sindir Lagi Oposisi Memble Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah. ©Media Center DPN Partai Gelora Indonesia

Merdeka.com - Politikus PKS Fahmi Alaydroes meminta maaf kepada PDI Perjuangan usai menyindir Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai calon presiden. Fahmi sebelumnya protes karena kesal permintaan interupsi dalam rapat paripurna tidak digubris Puan yang memimpin rapat.

Menanggapi permintaan maaf PKS, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah enggan berkomentar panjang lebar. Dia hanya menyindir slogan yang selama ini disuarakan terhadap parpol oposisi.

"#OposisiPlangaPlongo, #OposisiMemble," ujar Fahri singkat dalam pesan WhatsApp yang dikirimnya. Dia juga memberikan emoticon senyum tanpa menanggapi lagi, Senin (8/11).

Sebelumnya Fahri juga mengkritisi oposisi di parlemen yang lemah. Diketahui, saat ini ada dua partai oposisi yaitu PKS dan Demokrat. Fahri bahkan bercerita, Presiden Joko Widodo mengeluhkan bahwa partai oposisi saat ini lemah.

"Suatu hari saya bertemu dengan Presiden Jokowi dan kalimat yang pertama keluar dari beliau adalah, mas kenapa sekarang oposisinya lemah kok Senayan pada diam, banyak menteri gak diawasi apa yang terjadi?. Silakan pikir sendiri jawabannya. Sampai jumpa, kita rehat sejedag,” tulis Fahri dalam akun Twitternya, @fahrihamzah, dikutip merdeka.com, Rabu (3/11).

2 dari 3 halaman

Bagaimana Mau Jadi Capres

Polemik permintaan maaf Fahmi dipicu dalam rapat paripurna persetujuan Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI, Senin (8/11).

Fahmi kesal interupsinya tidak digubris oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Dengan nada kesal, Fahmi melempar suatu ujaran kepada Puan.

"Bagaimana mau jadi capres!" kata Fahmi saat rapat paripurna DPR RI, Senin (8/11).

Momen itu terjadi ketika Puan akan menutup rapat paripurna dengan agenda tunggal yaitu pengesahan laporan Komisi I terkait uji kelayakan dan kepatutan calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Fahmi meminta kesediaan pimpinan rapat agar diberikan waktu untuk menyampaikan interupsi. Fahmi sudah meminta waktu dan sudah menyebut nomor keanggotaannya.

3 dari 3 halaman

Minta Maaf

Namun tak lama setelah itu, Fahmi langsung menyampaikan permohonan maaf. Menurut dia, permasalahan dengan Puan Maharani sudah selesai. Dia sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Fraksi PDI Perjuangan.

"Hal itu sudah selesai tadi, dengan teman-teman PDIP tadi saya juga sudah meminta maaf," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/11).

Fahmi mengatakan, sindiran kepada Puan sebelumnya karena protes tidak diizinkan untuk menyampaikan interupsi.

Menurutnya, hal ini menjadi pembelajaran kepada pimpinan DPR agar menghargai dan menjamin hak anggota dewan untuk menyampaikan interupsi dalam rapat paripurna.

"Tetapi tentu saja ini menjadi pelajaran besar, terutama buat pimpinan DPR untuk menghargai dan menjamin hak konstitusi saya sebagai anggota dewan, terima kasih," kata Fahmi. [rnd]

Baca juga:
Politikus PKS Minta Maaf pada PDIP Usai Sindir Puan Capres
Politikus PKS Kesal Interupsi Tak Digubris Puan: Bagaimana Mau Jadi Capres
PKS Soal Poster Deklarasi Anies dan Ganjar: Hoaks, Belum Putuskan Capres 2024
PKS Beberkan Tiga Pekerjaan Rumah Bagi Calon Panglima TNI Jenderal Andika
PKS Protes Frasa "Tanpa Persetujuan Korban" pada Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini