PKS Kota Semarang Tegaskan Mitra Kritis Pemerintah, 60% Pengurus Baru Usia Muda Siap Kawal Program
PKS Kota Semarang menegaskan posisi sebagai mitra kritis pemerintah untuk mengawal program dan janji politik. Regenerasi pengurus dengan 60% anak muda siap dukung bonus demografi.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang secara resmi menegaskan posisinya sebagai mitra kritis pemerintah kota setempat. Penegasan ini bertujuan untuk mengawal berbagai program yang telah dijanjikan agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ali Umar Dhani, pada Minggu (19/10), setelah acara pelantikan pengurus DPD, Majelis Pertimbangan Daerah (MPD), dan Dewan Etik Daerah (DED) PKS Kota Semarang Masa Bakti 2025–2030. Acara penting ini menjadi momentum bagi PKS untuk menggarisbawahi komitmennya terhadap pembangunan kota.
Ali Umar Dhani menekankan bahwa PKS tidak akan menjadi oposisi, melainkan mitra yang kritis dalam mendukung kebijakan pemerintah. Dukungan ini akan diberikan sepanjang program-program tersebut dinilai baik dan membawa kemaslahatan bagi warga Semarang, termasuk janji-janji politik dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
PKS Kota Semarang: Bukan Oposisi, Tapi Mitra Kritis
Ketua DPD PKS Kota Semarang, Ali Umar Dhani, menjelaskan bahwa posisi partainya adalah sebagai mitra kritis pemerintah kota. "Kami selalu bilang ke Bu Wali (Wali Kota, red.) bahwa PKS itu mitra kritisnya Pemerintah Kota Semarang. Jadi, kami tidak oposisi tapi adalah mitra kritis," ujarnya di Semarang.
PKS berkomitmen untuk mendukung seluruh program Pemerintah Kota Semarang yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Komitmen ini juga mencakup janji-janji politik yang telah disampaikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang.
Salah satu fokus PKS adalah mendorong pengesahan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren, terutama menjelang Hari Santri. Ali Umar Dhani berharap ada sinergi antara Pemerintah Kota Semarang dan PKS dalam upaya mensukseskan Perda Pesantren ini, demi kemajuan pendidikan keagamaan di kota tersebut.
Regenerasi Pengurus dan Fokus Bonus Demografi
PKS Kota Semarang menunjukkan adanya regenerasi kepemimpinan yang signifikan dan berjalan dengan baik. Sebanyak 60 persen dari total 93 pengurus baru merupakan anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun, menandakan semangat pembaharuan di tubuh partai.
Ali Umar Dhani menyatakan bahwa semangat PKS ke depan adalah untuk menggulirkan dan mewadahi potensi anak-anak muda di Kota Semarang. Hal ini sangat relevan mengingat adanya bonus demografi yang akan terjadi, di mana pemilih muda akan mendominasi.
"Nanti bonus demografi di tahun 2029 itu berarti pemilih-pemilih banyak anak-anak muda. Nah, ini berarti program-program kepemudaan memang harus di-'support', untuk anak-anak muda," jelasnya. PKS berencana untuk lebih fokus pada program-program yang mendukung pengembangan potensi generasi muda.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut baik dan mengapresiasi regenerasi yang terjadi di PKS Kota Semarang. Ia berharap PKS dapat menjadi mitra yang bersinergi dalam melaksanakan program pembangunan kota. "Ketua barunya keren ya, masih muda. Pengurusnya tadi saya lihat juga banyak yang muda muda. Sebuah regenerasi yang bagus," kata Wali Kota.
Sumber: AntaraNews