PKS Akui Harus Ikut Paket Pimpinan MPR dari Koalisi Jokowi jika Ingin Dapat Jatah

Senin, 5 Agustus 2019 20:39 Reporter : Sania Mashabi
PKS Akui Harus Ikut Paket Pimpinan MPR dari Koalisi Jokowi jika Ingin Dapat Jatah Sohibul Iman. ©humas PKS

Merdeka.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengatakan partainya juga mengincar kursi pimpinan MPR. Namun, menurutnya, PKS realistis karena perolehan suara di Pemilu 2019 kurang baik. Di Pemilu tahun ini, PKS menempati posisi ke-7 dengan 7,16 persen.

"Ya kami sih realistis ya bahwa dalam kontestasi demokrasi itu kan ada pemenang ada yang bukan pemenang kan, dan itu juga ada urutannya. Jadi kami tadi, ikuti aturan aja. Bahwa aturannya memang DPR itu adalah urutan pemenang, di MPR memang paket," kata Sohibul di Hotel Mercure Batavia, Jakarta, Senin (5/8).

Sohibul menjelaskan jika partainya ingin mendapat tempat di MPR, maka harus bergabung dengan paket pimpinan dari koalisi Jokowi.

"Tapi secara logika, kalau kami ingin ikut paket ya kami harus bersama pemerintah. Kalau kami tidak bersama pemerintah kan berarti kami tidak punya paket. Ya sudah lah, kami enggak apa-apa," ujar dia.

Sampai saat ini, kata Sohibul, belum ada pembicaraan formal dengan partai lain terkait posisi kursi pimpinan MPR. Pembicaraan soal paket pimpinan MPR baru dilakukan dengan partai koalisi Prabowo, sifatnya pun non-formal.

"Sebenernya di obrolan-obrolan lepas masih ketika kita 02 ya ada gitu. Tetapi kan begitu 02 dibubarkan dan kemudian teman-teman kan ikut merapat kesana ya berarti pembicaraannya ada di sana," ucapnya.

"(Tidak akan incar kursi pimpinan MPR?) Kita realistis. Kalau mau sih mau. Tapi mau kalau enggak realistis buat apa kan," tandasnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini