PKB tak yakin MKD usut kasus sebar hoaks Fadli Zon dan Fahri Hamzah

Jumat, 5 Oktober 2018 19:44 Reporter : Sania Mashabi
PKB tak yakin MKD usut kasus sebar hoaks Fadli Zon dan Fahri Hamzah Forum Diskusi Ekonomi Politik. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dilaporkan dua organisasi advokat ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan pelanggaran etik karena dituduh menyebarkan cerita bohong Aktivis Ratna Sarumpaet. Fadli dilaporkan bersama tiga Anggota DPR lainnya seperti Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Mardani Ali Sera dan Rachel Maryam.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua Tim Pemenangan Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding pesimis MKD akan menindaklanjuti pelaporan tersebut. Sebab, kata dia, MKD DPR dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

"Sangat sulitlah pasti diusut. Meskipun kami hargai lah proses-proses. Kami hormati. Semoga profesional," kata Karding saat dihubungi, Jumat (5/10).

Meski begitu, lanjut Karding, yang terpenting adalah proses di Kepolisian berjalan dengan baik dan tidak mudah dijadikan alat kekuasaan. Politikus PKB ini berharap Kepolisian bisa memproses kasus Ratna Sarumpaet ataupun kasus dugaan penyebaran cerita bohong oleh Fadli dan lainnya.

"Tapi menurut saya yang paling penting kepolisian. Biar polisi enak, dan tidak dituduh alat kekuasaan, bikin saja secara transparan," ucapnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Fahri Hamzah, Rachel Maryam, dan Mardani Ali Sera dilaporkan ke MKD. Mereka dilaporkan oleh Advokat Pengawal Konstitusi dan Jaringan Advokat Pengawal NKRI (Japri) atas dugaan penyebarluasan cerita bohong aktivis Ratna Sarumpaet.

"Melaporkan Fadli Zon, Fahri Hamzah dan dua anggota lainnya Rachel Maryam dan Mardani Ali Sera. Ini terkait kebohongan publik yang mereka sebarkan," kata Presiden Japri Sidik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/10).

Laporan ini terjadi pasca Ratna Sarumpaet membuat pengakuan bahwa wajahnya babak belur bukan karena dianiaya, melainkan operasi plastik. Dia pun meminta maaf pada capres Prabowo Subianto karena telah berbohong.

"Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin tulus membela kebohongan yang saya buat," kata Ratna di rumahnya, kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (3/10). [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini