Pimpinan DPR minta polisi ungkap anggota doyan sewa PSK artis
Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mendukung penuh pengungkapan dan penuntasan kasus prostitusi yang diduga melibatkan sejumlah anggota dewan. Dugaan keterlibatan anggota DPR dalam prostitusi terselubung terkuak menyusul tertangkapnya mucikari berinisial RA dan artis berinisial AA di hotel bintang lima kawasan Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.
"Kalau ada oknum anggota DPR RI terlibat, silahkan diusut tuntas," kata Taufik di Gedung DPR Senayan, Selasa (12/5).
Bahkan, Taufik juga mempersilahkan pihak kepolisian mengungkap nama-nama oknum anggota DPR tersebut. "Buka saja, ungkap saja," ujar politisi PAN tersebut.
Taufik menyarankan ke depan perlu dilakukan revisi terhadap Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), agar bisa menjadi salah satu batasan bagi seorang anggota dewan dalam hal moralitas.
"Kita lihat bukan tidak mungkin Undang-undang ITE direvisi, masalah online dibatasi. Tujuannya untuk benteng moralitas," pungkasnya.
Sebelumnya, Fakta mencengangkan keluar dari mulut RA, mucikari yang bersama artis AA ditangkap di hotel bintang lima di Jakarta Selatan Jumat pekan lalu, karena terlibat prostitusi. Dia mengungkapkan salah satu kalangan yang suka menyewa pekerja seks komersial (PSK) di bawah koordinasinya adalah anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Iya anggota DPR, ya beberapa kalangan lainnya," kata tersangka RA di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (11/5) kemarin.
Tentu RA tidak mau membongkar nama anggota DPR yang pernah menjadi kliennya. Namun yang jelas, semua pelanggan AA dan kawan-kawan adalah orang yang berduit karena tarif PSK yang ditawarkan RA, berkisar Rp 80-200 juta untuk kencan jangka pendek (short time) selama tiga jam.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya