Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) secara serius mempersiapkan tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak berbasis digital di Kabupaten Bekasi. Persiapan matang ini ditujukan agar Pilkades Serentak Digital 2026 dapat berlangsung secara lancar, sukses, dan transparan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jabar untuk meningkatkan kualitas demokrasi di tingkat desa melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menyampaikan optimisme Pemprov Jabar terkait pelaksanaan Pilkades Digital di Kabupaten Bekasi. Pernyataan ini disampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi pemilihan kepala desa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sosialisasi tersebut berlangsung di gedung Swatantra Wibawa Mukti, Cikarang, pada Kamis, 23 Januari 2026.
Afriandi menegaskan bahwa dengan berbagai persiapan yang telah dilaksanakan sejauh ini, Pilkades Serentak Digital di Kabupaten Bekasi diharapkan dapat terlaksana dengan lancar, transparan, dan partisipatif. Pemprov Jabar berupaya memastikan seluruh aspek teknis dan administratif telah terpenuhi. Hal ini mencakup sosialisasi umum, simulasi, sosialisasi khusus, hingga pelatihan kepada perangkat desa, BPD, dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sesuai regulasi yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bekasi.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemprov Jabar Menuju Pilkades Digital 2026
Secara teknis, Pemprov Jabar mengikuti regulasi yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati Bekasi untuk tahapan pelaksanaan Pilkades Digital. Tahapan persiapan ini meliputi sosialisasi umum kepada masyarakat, simulasi penggunaan sistem, serta sosialisasi khusus dan pelatihan intensif bagi perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan KPPS. Pelatihan ini esensial untuk memastikan semua pihak terkait memahami dan mampu mengoperasikan sistem digital yang akan digunakan.
Pemerintah desa yang akan melaksanakan Pilkades serentak di Kabupaten Bekasi pada tahun 2026 akan mendapatkan dukungan penuh dari Pemprov Jabar. Dukungan ini berupa sistem dan laman daring desa secara gratis, lengkap dengan pelatihan pemanfaatan yang komprehensif. Sistem ini dirancang untuk mempermudah administrasi desa dan menjadi fondasi bagi pelaksanaan Pilkades digital yang efisien.
Selain itu, data kependudukan desa akan diperbarui secara berkala melalui sistem tersebut sebelum tahapan pemungutan suara dimulai. Setelah pelatihan awal, sistem ini akan digunakan untuk pelayanan sehari-hari selama beberapa bulan. Tujuannya adalah untuk memastikan data kependudukan benar-benar valid dan mutakhir, sehingga meminimalkan potensi kesalahan saat Pilkades. Setelah data dipastikan akurat, baru akan dilakukan sosialisasi dan pelatihan khusus terkait sistem pemungutan suara digital.
Advertisement
Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah penting yang akan melaksanakan Pilkades Serentak Digital 2026, dengan jumlah mencapai 154 desa dari total 179 desa di wilayah tersebut. Skala pelaksanaan yang besar ini menunjukkan komitmen Pemprov Jabar dalam mengadopsi teknologi untuk proses pemilihan yang lebih baik.
Advertisement
Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Pilkades Digital
Salah satu tantangan utama dalam penerapan Pilkades berbasis digital adalah tingkat literasi digital. Tantangan ini tidak hanya ditemukan di kalangan masyarakat pemilih, tetapi juga di tingkat pemerintah desa, kelembagaan desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah sendiri. Kesenjangan literasi digital ini memerlukan pendekatan khusus agar semua pihak dapat beradaptasi dengan sistem baru.
Selain itu, masih terdapat kekhawatiran publik terhadap penggunaan sistem digital dalam proses pemungutan suara. Kekhawatiran ini seringkali muncul karena kurangnya pemahaman atau pengalaman sebelumnya dengan sistem serupa. Namun, Pemprov Jabar telah mengantisipasi berbagai kendala tersebut dengan strategi yang matang.
Salah satu solusi yang diterapkan adalah dengan tetap memberlakukan sistem digital secara luring (offline), sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan internet. Pemilih tetap diwajibkan hadir ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan perangkat yang telah disediakan. Pendekatan ini memastikan bahwa kendala jaringan internet tidak akan menghambat proses pemilihan, sekaligus menjaga partisipasi pemilih di TPS.
Advertisement
Afriandi menjelaskan bahwa jika sistem 100 persen daring, akan banyak kendala yang muncul, mulai dari ketersediaan jaringan hingga kepemilikan perangkat oleh pemilih. Oleh karena itu, sistem yang digunakan tetap luring, dan pemilih tetap datang ke TPS untuk memberikan suaranya secara elektronik. Dari sisi pelaksanaan, sistem digital ini dinilai memberikan efisiensi yang signifikan, khususnya dalam proses penghitungan suara, di mana hasilnya dapat langsung diketahui begitu pemilih terakhir memberikan suara.
Advertisement
Antusiasme Masyarakat dan Evaluasi Pelaksanaan Sebelumnya
Persiapan Pilkades Digital di Kabupaten Bekasi ini sekaligus merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan pemilihan kepala desa sebelumnya yang telah dilakukan secara konvensional maupun digital di Kabupaten Indramayu dan Karawang. Pemprov Jabar sedang melakukan evaluasi menyeluruh dari pengalaman tersebut. Evaluasi mencakup kebijakan, teknis, administratif, serta hasil Pilkades sebelumnya, dengan tujuan agar pelaksanaan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan lebih baik dan optimal.
Menariknya, berdasarkan pengalaman di Indramayu dan Karawang, antusiasme masyarakat terhadap Pilkades digital cukup tinggi. Bahkan, kalangan lanjut usia pun menunjukkan respons positif terhadap sistem ini. Masyarakat justru mempertanyakan mengapa tidak seluruh prosesnya dilakukan secara digital, menunjukkan bahwa mereka tidak antipati terhadap perubahan teknologi dalam pemilihan.
“Ternyata masyarakat tidak antipati terhadap digital. Justru mereka merespons dengan baik dan antusias ingin mengetahui proses pemilihan secara elektronik,” kata Afriandi. Hal ini mengindikasikan bahwa dengan sosialisasi dan edukasi yang tepat, adopsi teknologi dalam proses demokrasi dapat diterima dengan baik oleh masyarakat luas, termasuk di daerah pedesaan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews