Pilgub Jatim, Rektor UWP Minta Paslon Bersaing Secara Sehat

Minggu, 15 April 2018 15:09 Reporter : Arif Ardlyanto
Pilgub Jatim, Rektor UWP Minta Paslon Bersaing Secara Sehat Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, Budi Endarto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur masih berjalan ketat. Pasangan Calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil E. Dardak diminta untuk bersaing secara sehat.

"Ada tanda itu (persaingan tidak sehat), semoga pilkada (pemilihan kepala daerah) kali ini berjalan dengan baik," kata Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, Budi Endarto setelah pelaksanaan wisuda Pasca Sarjana di Gedung Dyandra Convention Hall, Surabaya, Minggu (15/4).

Untuk mendukung proses pemilihan kepala daerah berjalan dengan baik, Budi mengaku sengaja meminta kepada seluruh wsudawan dan wisudawati serta seluruh mahasiswa maupun alumni menjaga kondisi Jawa Timur. Menurut dia, Jatim merupakan barometer proses pelaksanaan pilkada di Indonesia, untuk itu proses pelaksanaan harus dijaga hingga selesai, dan tentunya tidak ada kendala apapun.

Sebagai akademisi, pihaknya akan turut andil untuk mensukseskan proses pemilhan gubernur. Saat ini sudah tidak zamannya lagi mendukung pasangan calon secara membabibuta tanpa ada pertimbangan apapun. "Kita ini masyarakat intelektual, sebagai pimpinan perguruan tinggi, saya berpesan gunakan hak konstitusional yang dimiliki. Jangan buat masalah, jangan lagi bikin pemerintah 'PR', masih banyak pekerjaan yang belum tuntas," ujarnya.

Rektor spesialais Hukum ini menegaskaan, UWP memiliki tanggung jawab moral untuk mensukseskan pilkada. Untuk itu, ajakan untuk mensukseskan proses pemilihan dilakukan kepada seluruh pihak yang berkaitan dengana UWP, mulai dosen, mahasiswa, akademik, dan alumni.

Pilihan terhadap gubernur boleh berbeda, tetapi persatuan tetap haarus dijaga. Anggaplah Pilgub ini seperti permainan catur atau game, siapa yang menang harus dihormati dan diberi apresiasi, sedangkan yang kalah mengakui kekalahan dengan baik. Saat ini, proses persaingan kedua paslon berjalana sangat ketat, untuk itu sebagai kaum intelektual, sebaiknya proses pemilihan dikawal dengan sempurna. "Mari kita junjung etika dalam pilgub ini," tegas dia. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Pilgub Jatim
  2. Pilkada Serentak
  3. Surabaya
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini