Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pidato Jokowi soal 'game of thrones' dianggap bukan sekadar gaya-gayaan

Pidato Jokowi soal 'game of thrones' dianggap bukan sekadar gaya-gayaan Jokowi hadiri pertemuan IMF-World Bank. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pidato Jokowi saat Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali yang mengandaikan gejolak perekonomian global bagai serial 'Game of Thrones' dianggap bukan untuk sekadar gaya-gayaan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko mengatakan, ini adalah strategi komunikasi yang cerdas dengan menggunakan film atau tokoh populer di dunia.

"Ketika Pak Jokowi mengutip satu film populer atau science fiction ilmiah, ini jangan main-main, bukan sekadar gaya-gayaan," jelasnya pada wartawan di Jakarta, Jumat (12/10).

"Tapi memang ada korelasi antara pop culture budaya pop atau film fiction ilmiah dengan teknologi-teknologi yang terjadi di masa depan," ia melanjutkan.

Menurutnya, Jokowi sudah benar dengan tidak meremehkan temuan-temuan teknologi baru yang nyatanya sudah difilmkan jauh sebelum diciptakan.

Misalnya, Budiman menyebutkan, smartphone yang dulu hanyalah khayalan film Star Trek dan sekarang sudah menjadi benda lazim.

Budiman juga menonyoroti anggaran penyelenggaraan pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Oposisi mengkritik anggaran tersebut terlalu boros di saat Indonesia tengah dilanda gempa besar di Sulteng dan NTB.

Namun menurutnya, biaya hotel, konsumsi, pariwisata, dan infrastruktur bukanlah modal Indonesia sepenuhnya, tetapi juga modal dari IMF sendiri untuk mengadakan acara tersebut. Lagipula, perbaikan infrastruktur di Bali juga dinilainya justru menguntungkan masyarakat Bali.

"Dan kontrak BUMN Rp 202 triliun, itu menunjukkan biasa ya, kita ada acara taruh modal dulu, gitu. Lagipula bukan modal kita sepenuhnya, tapi juga dari IMF untuk kemudian kita mengadakan acara itu," jelasnya.

Budiman mengatakan, kontrak BUMN tersebut justru menunjukkan kelipatan yang sangat luar biasa. Artinya, modal awal yang dikeluarkan tidaklah sia-sia.

Selain itu, Budiman juga menekankan bahwa Indonesia memiliki salah satu data biologi terbesar di dunia dari darat maupun laut. Itulah mengapa strategi ekonomi yang menyongsong revolusi industri keempat ini dicanangkan di Bali.

"Di level dunia, lembaga-lembaga resmi dunia sepakat bahwa itu (ekonomi dunia berbasis data) dicanangkan di Indonesia. Bagi saya itu kehormatan, nah tergantung pemerintahan besok," tutup dia.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menghadiri Pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Jumat (12/10) ini. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini, menjadi keynote speaker di hadapan para delegasi.

Dalam pidatonya, Jokowi menggambarkan kondisi ekonomi dunia. Mulai dari perselisihan yang terjadi di antara negara-negara maju hingga dampaknya bagi perekonomian negara lain seperti negara berkembang.

Jokowi bahkan mengibaratkan apa yang terjadi saat ini seperti dalam Film Game of Thrones. Di mana para negara-negara besar tengah sibuk berperang tanpa memikirkan risiko yang terjadi dari perang itu.

Reporter: Ratu Annissa

Sumber:Liputan6.com

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP