Presiden Prabowo Subianto untuk pertama kalinya memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monas, Jakarta, pada Minggu pagi. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo secara tegas mengingatkan seluruh jajaran prajurit TNI untuk senantiasa tanggap dan aktif membantu pemerintah dalam menjaga kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia.
Beliau menyoroti bahwa kekayaan alam Indonesia telah menjadi target kekuatan asing sejak zaman penjajahan hingga saat ini, dengan banyak aset yang masih dicuri dan diselundupkan. "Tidak perlu lagi kita tutup-tutupi bahwa kekayaan alam kita sangat besar. Ratusan tahun di Nusantara ini selalu diganggu, diinvasi oleh kekuatan-kekuatan asing. Mereka ke kita untuk mengambil kekayaan kita," kata Presiden Prabowo di hadapan ribuan prajurit.
Oleh karena itu, Presiden menekankan pentingnya introspeksi diri bagi TNI serta evaluasi organisasi secara menyeluruh. TNI diharapkan dapat bekerja sama dengan penegak hukum dan pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk mengamankan aset-aset vital negara demi mewujudkan cita-cita bangsa yang maju dan makmur.
Advertisement
Advertisement
Presiden Prabowo menegaskan bahwa ancaman terhadap kekayaan alam Indonesia bukanlah hal baru, melainkan masalah yang telah berlangsung secara historis dan masih relevan hingga kini. Beliau secara gamblang menyatakan bahwa banyak kekayaan negara yang terus-menerus dicuri, diselundupkan, dan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pernyataan ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan nasional.
Kekayaan alam yang melimpah ruah di Indonesia, mulai dari mineral, hasil laut, hingga hutan, merupakan pilar utama bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Namun, potensi besar ini juga menarik perhatian kekuatan asing yang berupaya mengeksploitasi tanpa izin. Presiden Prabowo menekankan bahwa situasi ini memerlukan respons yang kuat dan terkoordinasi dari seluruh elemen bangsa.
Presiden juga mengingatkan bahwa menjaga kekayaan alam ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. "Kekayaan kita harus kita selamatkan. Kita harus hemat, harus kita kelola untuk kita hilangkan kemiskinan dari bangsa Indonesia," tegasnya. Ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan sumber daya bukan hanya soal kedaulatan, tetapi juga tentang keadilan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.
Advertisement
Advertisement
Dalam konteks menjaga kedaulatan dan kekayaan negara, Presiden Prabowo menggarisbawahi peran krusial Tentara Nasional Indonesia. TNI diharapkan tidak hanya sebagai garda terdepan pertahanan, tetapi juga sebagai pilar pendukung pemerintah dalam penegakan hukum terkait sumber daya alam. "TNI harus tanggap. TNI harus bantu penegak hukum. TNI harus bantu pemerintah daerah, pemerintah pusat untuk menjaga kekayaan kita, sumber daya alam kita," ujarnya.
Introspeksi diri dan evaluasi organisasi menjadi kunci bagi TNI untuk dapat menjalankan tugas ini secara optimal. Dengan struktur yang solid dan responsif, TNI dapat lebih efektif dalam mencegah dan menindak praktik ilegal yang merugikan negara. Kolaborasi lintas sektor antara TNI, kepolisian, dan lembaga pemerintah lainnya sangat diperlukan untuk menciptakan sistem pengamanan yang komprehensif.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seratusan ribu lebih prajurit TNI yang hadir, mengakui kontribusi mereka dalam pembangunan ekonomi. "Terima kasih saudara sudah aktif sekali dengan membantu pembangunan ekonomi demi kepentingan rakyat Indonesia. Sekali lagi, jangan berhenti berlatih, jangan berhenti belajar," pesannya, mendorong prajurit untuk terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme mereka.
Advertisement
Advertisement
Peringatan HUT ke-80 TNI kali ini juga menjadi ajang demonstrasi kekuatan dan kemajuan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Upacara yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB ini melibatkan lebih dari 133.000 prajurit TNI dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang mengenakan seragam PDL baru dengan corak loreng yang berbeda dari sebelumnya.
Selain parade prajurit, TNI juga memamerkan 1.047 unit alutsista canggih. Dari TNI Angkatan Darat, ditampilkan antara lain tank Leopard, tank Harimau, tank Badak, MLRS Astros, Meriam Caesar 155 mm, serta helikopter Apache dan Mi-17. Sementara itu, TNI Angkatan Laut menunjukkan tank Amfibi, Meriam Howitzer, dan rudal jelajah antikapal jarak jauh Atmaca buatan Turki yang terbaru.
TNI Angkatan Udara tidak ketinggalan dengan mengerahkan 157 pesawat tempur, pesawat angkut, pesawat intai, pesawat tanpa awak, dan helikopter. Selain itu, kendaraan tempur taktis dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU turut memeriahkan parade. Pameran alutsista ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat pertahanan negara dan menjaga kedaulatan di darat, laut, dan udara.
Advertisement
Sumber: AntaraNews