Pemasangan Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah Dinilai Dapat Menangkal SARA

Jumat, 11 Januari 2019 22:36 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Pemasangan Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah Dinilai Dapat Menangkal SARA Anggota Komisi III Ahmad Sahroni. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Polres Jakarta Barat dalam pemasangan lebih dari 1.000 spanduk berisi maklumat larangan kampanye di tempat ibadah di Jakarta Barat. Pemasangan spanduk larangan di tempat ibadah kerjasama polisi, Pemkot Jakarta Barat serta TNI.

Sahroni melihat langkah ini sebagai upaya preventif mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Menurut dia, dengan memasang spanduk larangan kampanye di tempat ibadah sebagai langkah positif mencegah adanya penggunaan SARA dalam kampanye pemilu serentak mendatang.

"Kita berharap munculnya kampanye positif tanpa SARA dari umat seiring pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan kemakmuran Masjid) maupun pengurus tempat ibadah lainnya. Dengan langkah ini kita berharap tak ada lagi riak-riak kampanye berbasis agama," kata Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/1).

Lebih jauh Politisi NasDem ini turut mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta. Sahroni optimis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang sempat mencuat saat Pilkada DKI lalu tidak akan muncul di kawasan Barat ibukota ini.

"Saya optimis tidak akan ada intolerasi ataupun politisasi agama di Jakarta Barat. Langkah yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dengan unsur tiga pilar lainnya harus dicontoh wilayah lain di Ibukota dan seluruh daerah di Indonesia," kata Sahroni.

Dia pun meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada Panwaslu ataupun polisi apabila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.

"Masyarakat harus peduli bahwa penggunaan SARA itu berbahaya dan menciptakan gangguan keamanan maupun ketertiban. Saya berharap masyarakat juga menjadi pengawas dan melaporkan bila ada kampanye menggunakan SARA," tukas Sahroni.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan, tempat ibadah dipasangi spanduk larangan berkampanye terdiri atas 860 masjid, 237 gereja, dan 85 wihara.

Dia mengungakpkan, pemasangan 1.000 spanduk selain diharapkan bisa menjaga kerukunan beragama menjelang Pemilu 2019, sekaligus untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong (hoaks), SARA, dan radikalisme.

Hengki mengingatkan, agar peristiwa pembunuhan di Madura yang dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik tak terulang pada Pemilu serentak mendatang.

"Sudah ada aturannya dalam UU Pemilu, tempat ibadah, sekolah, dan instansi pemerintah tidak boleh (jadi tempat kampanye)," kata Hengki.

Mantan Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri ini mengemukakan, sesuai amanat Menteri Agama, boleh saja tempat ibadah dijadikan tempat politik, tapi politik yang sifatnya substantif. Dalam artian, kata dia, hanya berbicara tentang kenegaraan, berbicara tentang bangsa, tidak dalam sasaran politik praktis. Milih A dan milih B.

Di kesempatan sama, Wakil Wali ali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen menuturkan, pemasangan spanduk di semua tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, pura, dan wihara diinisiasi okeh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Kegiatan ini ditekankan Zen didasari UU 27/2017 tentang Pemilu yang melarang adanya kegiatan kampanye di tempat ibadah dan sekolah. Zen meyakinkan adanya sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak yang melanggar aturan tersebut. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini