PDIP soal Elektabilitas Ganjar-Puan Bagai Langit Bumi: Survei Bukan Patokan Kami
Merdeka.com - Elektabilitas Ganjar Pranowo dan Puan Maharani terpaut jauh dalam berbagai hasil survei. Nama Ganjar kerap kali berada di atas hitungan survei dan Puan berada di bawah.
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengatakan, survei tidak menjadi patokan PDIP untuk pencalonan presiden. Karena survei elektabilitas terus dinamis dan berubah-ubah.
"Survei itu bagi kita bukan menjadi patokan, survei itu sekedar pengetahuan bagi kita tapi bukan patokan, karena apa survei itu berjalan secara dinamis," ujar Djarot di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/7).
Survei akan dipengaruhi bagaimana kerja politik kader partai. PDIP tak jadikan survei patokan karena sangat dinamis.
"Survei itu tergantung kita, bagaimana kerja-kerja politik kita, bagaimana kerja-kerja kader PDIP. Dia bukan menjadi patokan, karena sifatnya sangat dinamis, jadi terima kasih," jelas Djarot.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengingatkan kader PDIP jangan terpengaruh survei. Kader PDIP tetap diminta untuk turun ke bawah.
"Berbagai macam hasil survei PDIP pasti menang, nomor satu lho tapi saya sampaikan, dan diingatkan oleh ibu ketum jangan kemudian terpukau dengan hasil itu, no. Kita harus tetap turun ke bawah," pungkas Djarot.
Hasil survei elektabilitas calon presiden memperlihatkan perbedaan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting (PRC), Rio Prayogo menuturkan, perbedaan elektabilitas Ganjar dan Puan bagai bumi dan langit.
Pada simulasi tiga terdapat nama Ganjar, Prabowo dan Puan. Ganjar menempati urutan teratas dengan elektabilitas 46,8 persen. Sementara Prabowo 35,8 persen dan Puan hanya 3,6 persen. Yang tidak memilih atau tidak menjawab 13,8 persen.
"Jika kita bandingkan antara Ganjar Pranowo dengan Puan Maharani maka ini seperti bumi dan langit," ujarnya saat pemaparan survei di Jakarta, Minggu (24/7).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya