PDIP prihatin survei LSI Denny JA dijadikan klaim kemenangan
Merdeka.com - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto tak ingin menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA. Dalam survei tersebut, LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 51,4 persen sementara pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat memperoleh 42,7 persen.
"Denny JA memang piawai di dalam memanfaatkan momentum politik. Pilkada putaran pertama menjadi bukti bagaimana survei Denny JA hanya menjadi alat pemenangan, sehingga hasilnya pun meragukan," kata Hasto di Jakarta, Senin (17/4). seperti dilansir Antara.
Hasto memahami sah-sah saja setiap tim kampanye mengeluarkan hasil survei, namun ada batasan etika politik, kredibilitas lembaga survei, dan pertanggungjawaban secara metodologi bahwa hasil survei tersebut bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan akurasinya.
Hasto membeberkan pengalamannya di dalam Pilkada Serentak 2015 lalu ditawari jasa oleh Denny JA. "Saat itu saya ditawari beliau (Denny JA), bagaimana PDI Perjuangan bisa memenangkan Pilkada Serentak tanpa keluar uang, bahkan saya ditawari dapat uang. Begitu motifnya sudah dana, tawaran jasa pemenangan pun tidak saya layani," ungkap Hasto.
Hal yang lebih memprihatinkan, menurut Hasto, hasil survei yang masih harus diuji kebenarannya tersebut kini dijadikan klaim kemenangan.
"Sekarang dijadikan klaim kemenangan bahkan sebelum pilkada berlangsung sebagaimana disampaikan oleh pidato Bapak Prabowo yang terkesan tendensius dan terlalu menyudutkan pasangan Ahok-Djarot," ujarnya. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya