'Partai politik harus dipaksa berkomitmen perangi hoaks'
Merdeka.com - Memerangi hoaks di tahun politik bukan hanya tugas masyarakat. Para elite politik juga harus mampu berkomitmen untuk memerangi. Oleh karena itu menurut pengamat politik dari CSIS, J Kristiadi, partai politik yang wajib dipaksa agar memerangi hoaks. Karena menurut dia para elite politik diduga menunggangi para penyebar hoaks.
"Partai politik itu harus dipaksa untuk berkomitmen untuk memerangi hoaks," kata J Kristiadi di Jakarta, Rabu (14/3).
Adapun pihak-pihak yang memaksa atau menekan partai politik yaitu tokoh-tokoh masyarakat, ulama dan kelompok pro pemerintah.
"Tokoh politik harus ditekan untuk dia taat kepada rakyat. Kita semua ini menekan mereka, sebab, kesadaran mereka telah diperbudak oleh interest politik mereka," kata J Kristiadi.
Dia juga menjelaskan kecenderungan untuk para elite politik menggunakan isu hoaks sudah terlihat. Oleh karena itu pihak kepolisian juga sudah memberi tahu para seluruh publik untuk memerangi hoaks.
"Sudah mulai terlihat. mari kita lawan sama sama. Saya ada harapan. Tentu tidak terjadi akses-akses yang berlebihan," kata Kristiadi.
Tidak hanya Kristiadi, Savic Ali Direktur NU Online menilai para elite politik tidak berkontribusi banyak untuk memerangi hoaks agar masyarakat lebih melek politik. Sebaliknya para elite politik dinilai malah membuat masyarakat semakin termakan isu hoaks.
"Orang menyebarkan hoaks, tuh pertama-tama kan' karena dia sudah punya sentimen. kalau orang tidak punya sentimen, saya kira dia akan lebih hati-hati," kata Savic.
Dia pun mengakui tidak berharap banyak pada partai politik. Karena menurut Savic para elite politik bukan memerangi hoaks.
"Saya kira kita tidak bisa berharap banyak pada politisi. Wong mereka menghasilkan regulasi yang benar saja tidak bisa kok," tegas Savic.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya