Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Panas Munas Golkar, Rizal Mallarangeng Diminta Tak Serang Pribadi Bamsoet

Panas Munas Golkar, Rizal Mallarangeng Diminta Tak Serang Pribadi Bamsoet Rizal Malarangeng beri keterangan ke wartawan. ©2013 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Plt Ketua DPD I Golkar DKI Rizal Mallarangeng menuding, Bakal Caketum Golkar Bambang Soesatyo mencari dukungan di Munas dengan cara mengintimidasi. Namun, tuduhan tersebut dibantah keras oleh pendukung pria yang akrab disapa Bamsoet tersebut.

Kader muda Golkar, Nofel Saleh Hilabi menegaskan, tak ada paksaan bagi para pengurus daerah untuk mendukung pencalonan Bamsoet di munas Golkar yang akan digelar Desember 2019 nanti.

"Buat apa pak Bamsoet mengintimidasi demi dukungan Golkar DKI Jakarta? Dukungan dari daerah justru mengalir deras tanpa paksaan," kata Nofel di Jakarta, Selasa (2/7).

Sebelumnya, Rizal geram atas sikap ketua DPD II Golkar DKI yang tiba-tiba mendukung Bamsoet. Akhirnya, dukungan tersebut ditarik kembali selang beberapa jam kemudian.

Nofel mengatakan, Bamsoet sendiri belum menyatakan secara terbuka akan mengajukan diri sebagai calon ketua umum (Caketum) di Munas Golkar 2019.

"Pak Bamsoet sendiri belum deklarasi, kenapa harus terburu-buru kumpulkan dukungan dengan intimidasi? Semua kader akar rumput pemilik hal suara justru menyatakan dukungan ikhlas tanpa pamrih," ucap Ketua Umum Baladhika Karya ini.

Menurut Nofel, bukan karakter Bamsoet melakukan seperti apa yang dituduhkan Rizal. "Kekerasan atau intimidasi bukan karakter Pak Bamsoet, semua hal dibicarakan dan didiskusikan dengan musyawarah. Lagipula pak Bamsoet tak pegang kekuasaan di DPP, bagaimana bisa melakukan intimidasi? Justru Rizal yang punya kuasa baik di DPP maupun di DPD I kan?" papar Nofel.

Nofel justru ingatkan Rizal agar lebih santun berpolitik dan perbaiki gaya komunikasinya. "Saya minta agar Rizal tidak menyerang pribadi orang lain. Character Assasination itu tak baik. Cara pecundang! Lebih santunlah dalam bicara dan komunikasi. Saya yakin Rizal punya nomor HP pak Bamsoet, tegur langsung. Jangan sebentar-sebentar bicara di media. Tak etis," lanjut Nofel.

Rizal Mallarangeng juga diminta fokus pada prestasi buruknya di DKI Jakarta saat Pileg 2019 lalu. "Rizal jangan sibuk urusi orang lain. Cari cermin dan berkaca! Buat pertanggung jawaban.

Di bawah Rizal, Golkar DKI harus kehilangan 2 kursi DPR dan 3 kursi DPRD. Target 20 kursi DPRD tidak tercapai.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP