Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakar Siber Temukan Beda Data Sirekap KPU dan C1 di TPS Depok, Prabowo-Gibran Kelebihan 500 Suara

Pakar Siber Temukan Beda Data Sirekap KPU dan C1 di TPS Depok, Prabowo-Gibran Kelebihan 500 Suara

Pakar Siber Temukan Beda Data Sirekap KPU dan C1 di TPS Depok, Prabowo-Gibran Kelebihan 500 Suara

Kejanggalan ditemukan di situs pemilu2024.kpu.go.id, pada salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS 013 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Pakar Siber Temukan Beda Data Sirekap KPU dan C1 di TPS Depok, Prabowo-Gibran Kelebihan 500 Suara

Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Dahlian Persadha menemukan kejanggalan hasil perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

Kejanggalan ditemukan di situs pemilu2024.kpu.go.id, pada salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yaitu TPS 013 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Pratama menemukan, jumlah suara ke Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) berbeda dengan dokumen C1. Selisih suaranya cukup besar mencapai 500 suara. 

"Di mana jumlah suara yang dimasukkan ke dalam sistem berbeda dengan lembar C1 dengan selisih sampai 500 suara. Tidak hanya jumlah suara, beberapa data yang tertampil di situs KPU tersebut juga berbeda dengan form C1 seperti jumlah DPT serta jumlah suara sah," kata Pratama dalam keterangannya, Kamis (15/2).

"Pada situs KPU, TPS tersebut terdapat 301 jumlah pengguna. Sedangkan form C1 tertulis jumlah pemilih dalam DPT adalah 236, di mana hal ini sesuai dengan surat suara yang diterima oleh TPS tersebut yaitu sejumlah 241 surat suara," 

sambungnya.

merdeka.com

Kejanggalan lain yaitu jumlah suara sah di situs KPU yang hanya tertera 2 suara. Sedangkan, pada form C1 sejumlah 202 suara.

Padahal, pada baris jumlah seluruh suara sah dan suara tidak sah berjumlah 204 suara sesuai dengan form C1.

Di TPS tersebut misalnya, perolehan suara Prabowo-Gibran kelebihan 500 suara. Pada situs KPU, Prabowo-Gibran mendapatkan 617 suara. Padahal form C1, Prabowo-Gibran hanya mendapat 117 suara.

"Namun yang lebih memprihatinkan adalah jumlah perhitungan suara pemilihan presiden, di mana jumlah suara untuk paslon no 2 Prabowo-Gibran jumlah suara yang diperoleh tertulis di situs KPU adalah 617 suara, kelebihan 500 suara dari yang seharusnya adalah 117 suara seperti yang tertera pada form Plano C1," ujarnya.

Melihat pada data TPS tersebut, dia menduga sistem entry data yang dipergunakan oleh KPU tidak memiliki fitur error checking.

"Seharusnya hal tersebut mudah saja dimasukkan pada saat melakukan pembuatan sistem, sehingga kesalahan memasukkan data baik disengaja maupun tidak disengaja tidak dapat terjadi. Jika dilakukan error checking pada saat entry, sistem akan menolak jika jumlah perolehan suara pemilihan presiden diatas jumlah suara yang sah," ungkapnya.

Kemudian, lanjut Pratama, sistem itu seharusnya juga menolak jika penjumlahan jumlah suara sah ditambah surat suara tidak sah dengan baris jumlah seluruh suara sah dan suara tidak sah.

Kemudian, lanjut Pratama, sistem itu seharusnya juga menolak jika penjumlahan jumlah suara sah ditambah surat suara tidak sah dengan baris jumlah seluruh suara sah dan suara tidak sah.

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia yang bisa mengakses hasil perhitungan suara di TPS masing-masing untuk mengecek di website infopemilu2024.kpu.go.id.

"Semoga bisa menggerakkan masyarakat untuk peduli terhadap suaranya dan mau melakukan pengecekan di situs KPU untuk membandingkan dengan hasil di TPS-nya masing-masing," pungkasnya.

Penjelasan Bawaslu

Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menyatakan persoalan Sirekap yang salah input data bukan menjadi acuan hasil pemilu.

Sebab penentuan hasil pemilu berdasarkan Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2017 dilakukan sesuai hasil rekapitulasi manual secara berjenjang.

"Penentunya hasil itu adalah manual rekapitulasi. Jadi bukan Sirekap," kata Bagja saat jumpa pers di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (15/2).

Dia menegaskan Sirekap hanya merupakan alat bantu menghitung suara serta monitoring.

Sehingga, pihaknya masih mengkaji lebih dulu permasalahan input data Sirekap.

"Ini sudah kami temukan, cuma kami lagi mengkaji untuk masalah Sirekap," kata dia.

Prabowo-Gibran Kelebihan 879 Suara di TPS Depok, KPU Klaim Gara-Gara Sirekap Eror
Prabowo-Gibran Kelebihan 879 Suara di TPS Depok, KPU Klaim Gara-Gara Sirekap Eror

Suara Prabowo-Gibran hanya 62 di C1. Namun di Sirekap menjadi 941 suara.

Baca Selengkapnya
KPU: 1.223 TPS Salah Input Data Perolehan Suara Pilpres 2024 di Sirekap
KPU: 1.223 TPS Salah Input Data Perolehan Suara Pilpres 2024 di Sirekap

KPU berdalih terus menerus memperbaiki kinerja lapangan dan data Sirekap KPU Kabupaten Kota.

Baca Selengkapnya
Terungkap Suara PSI di Kota Cilegon Menggelembung, Data Sirekap Beda dengan Formulir C
Terungkap Suara PSI di Kota Cilegon Menggelembung, Data Sirekap Beda dengan Formulir C

Data perolehan suara PSI di Sirekap menggelembung banyak.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
KPU Catat Masih Ada 1.223 TPS Salah Input Data Jumlah Suara ke Sirekap
KPU Catat Masih Ada 1.223 TPS Salah Input Data Jumlah Suara ke Sirekap

KPU mengakui masih ada 1.223 tempat pemungutan suara yang data formulir model C hasil penghitungan suara tidak sesuai dengan keterangan pada Sirekap.

Baca Selengkapnya
Pengamat Siber Temukan Keanehan Data Penghitungan Suara pada Situs KPU
Pengamat Siber Temukan Keanehan Data Penghitungan Suara pada Situs KPU

Pengamat Siber Temukan Keanehan Hasil Penghitungan Suara pada Situs KPU

Baca Selengkapnya
Ini Penjelasan KPU soal Kenaikan Suara PSI di Sirekap
Ini Penjelasan KPU soal Kenaikan Suara PSI di Sirekap

Data perolehan suara partai politik di Sirekap dapat diverifikasi langsung oleh setiap pengaksesnya.

Baca Selengkapnya
Koreksi Sirekap, KPU Perbaiki Data di 74.181 TPS untuk Pilpres 2024
Koreksi Sirekap, KPU Perbaiki Data di 74.181 TPS untuk Pilpres 2024

KPU memastikan pengoreksian data akan terus berproses.

Baca Selengkapnya
KPU Pastikan SIREKAP Transparan, Tidak Diatur Memenangkan Pihak Tertentu
KPU Pastikan SIREKAP Transparan, Tidak Diatur Memenangkan Pihak Tertentu

KPU RI memastikan, tujuan SIREKAP digunakan adalah untuk memotret proses penghitungan suara di TPS

Baca Selengkapnya
PP Jatim Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Calon Anggota DPD pada Sirekap KPU
PP Jatim Temukan Dugaan Penggelembungan Suara Calon Anggota DPD pada Sirekap KPU

Dugaan terjadinya penggelembungan suara pada Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) ditemukan ormas Pemuda Pancasila (PP).

Baca Selengkapnya