OSO Tak Kecewa dan Khawatir Hanura Tidak Dapat Jatah Menteri

Rabu, 30 Oktober 2019 19:38 Reporter : Merdeka
OSO Tak Kecewa dan Khawatir Hanura Tidak Dapat Jatah Menteri Hanura Legawa Tak Dapat Jatah Di Kabinet. ©2019 Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) mengatakan, partainya tidak merasa kecewa tak ada kadernya yang masuk dalam Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo.

"Untuk Hanura biasa-biasa aja, enggak ada yang harus dikhawatirkan atau dikecewakan. Enggak ada," kata OSO di kantor DPP Hanura, Jakarta, Rabu (30/10)

Dia menuturkan, kabinet yang baru ini harus lebih maju. Menurut OSO, semua menteri harus mengikuti semua perintah Presiden.

"Harus lebih baik dan lebih maju. Untuk itu memang harus satu komando, komandonya siapa? yaitu presiden indonesia terpilih. Siapapun orang yang ada di kabinet itu harus patuh kepada presiden dan itu harapan Kita semua," tegas OSO.

OSO mengatakan akan membawa kembali Hanura dari awal. Hanura, kata dia, bakal menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas). Sehingga, OSO ogah bicara masa lalu soal jatah menteri.

"Kita sekarang mulai start dari nol kan. Sudah berapa kali kita bilang kita start dari nol dan ini hari kita sudah memulai langkah-langkah untuk ke depan. Jadi kita enggak bicarakan soal yang ke belakang lagi, persis seperti pemerintah sekarang dia tidak akan bicara soal yang di belakang tapi bicara soalnya ke depan," ungkap OSO.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua DPP Hanura Benny Rhamdani menanggapi isu Hanura dibukakan pintu untuk menempati kursi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) atau kepala badan. Benny bilang, Hanura tidak bicara posisi dan jabatan.

"Kalau Hanura, pasti komunikasinya terkait nasib 260 juta rakyat Indonesia. Bagaimana 5 tahun negara bangsa ini dibangun, bagaimana konsolidasi demokrasi diperkuat pada wilayah-wilayah tertentu. Tidak pada wilayah posisi dan jabatan," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini