Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Organisasi Kemahasiswaan Imbau Milenial Gunakan Hak Suara di Pemilu 2019

Organisasi Kemahasiswaan Imbau Milenial Gunakan Hak Suara di Pemilu 2019 Organisasi Kemahasiswaan Imbau Milenial Gunakan Hak Suara. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Cipayung Plus mendorong penyelenggaraan Pemilu 2019 yang bersih dan damai. Organisasi kemahasiswaan ini terdiri dari HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, IMM, KMHDI, dan HIKMAHBUDHI itu menyatakan akan terjun langsung mengawasi penyelenggaraan pemilu hingga berakhir.

Ketua Umum HMI Saddam Al Jihad mengatakan, perhelatan pemilu ini adalah momentum untuk merayakan demokrasi dari rakyat oleh rakyat. Karena itu, agenda demokrasi harus menciptakan kebahagiaan sekaligus kemenangan bagi rakyat.

"Sementara itu ada pihak yang mendorong people power bukan bagian dari demokrasi. Sebab, people power dan demokrasi berbeda," kata Saddam dalam konferensi pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Menurut Saddam, siapa pun yang menang di Pemilu ini adalah kemenangan rakyat. Karena itu, dia mengharapkan semua pihak-pihak yang berupaya membuat kekacauan agar mengurungkan upayanya. "Saya juga meminta jangan sampai kita golput karena suara milenial adalah suara penentu keberlanjutan Republik Indonesia," kata Saddam.

Sementara itu Ketua Umum GMNI Robatullah K Jaya mendesak Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu melaksanakan Pemilu 2019 yang damai dan netral. Di samping itu, Roybatullah juga mengharapkan tidak ada lagi perpecahan antarmasyarakat pascapemilu.

"Kami mengimbau rakyat Indonesia menjaga persatuan serta mendorong upaya yang sudah dijanjikan dilakukan dan cita-cita proklamasi. Selain itu, sebagaimana kita ketahui 17 April ini merupakan pesta demokrasi terbesar karena pemilihan caleg dan presiden sehingga perlu dijaga kondusivitasnya," kata dia.

Dalam konferensi pers ini, Cipayung Plus juga membacakan deklarasi pemilu damai. Menurut Ketua Umum GMKI Korneles Jacob, deklarasi ini dibacakan sebagai upaya Cipayung Plus sebagai organisasi kemahasiswaan turut langsung menciptakan Pemilu yang umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Cipayung Plus, kata Korneles, merasakan bahwa Pemilu adalah sarana terwujudnya kedaulatan rakyat, di mana setiap warga negara memiliki hak unyik menentukan wakil dan pemimpin mereka. Dengan kata lain, pemilu menjadi pilar penting bagi terwujudnya demokrasi sebagai proses politik rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Korneles kemudian membacakan sikap Cipayung Plus dengan diikuti oleh ketua-delapan ketua umum organisasi kemahasiswaan itu.

"Pertama, mendesak KPU dan Bawaslu dari tingkat pusat sampai daerah sebagai penyelenggara Pemilu menjaga netralitas secara mutlak dan menjaga integritas," kata dia.

Selain itu, Cipayung Plus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di tanggal 17 April, besok. Pesta demokrasi akan sukses, menurut Cipayung Plus jika partisipasi masyarakat tinggi.

"Mengajak seluruh elemen masyarakat yang memiliki hak suara agar ikut memberikan hak suaranya dalam Pemilu 17 April mendatang. Legitimasi demokrasi di Indonesia akan kuat jika tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu tinggi," ucapnya.

Cipayung Plus juga mendorong masyarakat untuk mendukung kinerja aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri dalam mengamankan jalannya pemilu serentak esok.

"Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kinerja TNI dan Polri dalam mengamankan proses pemilihan umum agar berlangsung dengan akan dan damai," kata Korneles.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP