Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nurdin Halid: Siapa yang memalsukan AD/ART?

Nurdin Halid: Siapa yang memalsukan AD/ART? Rapat Pleno Partai Golkar. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Generasi Muda Partai Golkar melaporkan tiga anggota DPP partai beringin itu ke Bareskrim Polri. Tiga petinggi yang berinisial S, N, dan I dituduh telah memalsukan dokumen Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Munaslub Golkar di Bali tahun 2016.

Menanggapi ini, Ketua Harian Nurdin Halid menampik ada dokumen yang telah dipalsukan. Menurut dia upaya pelaporan tersebut hanya mengada-ada.

"Siapa yang memalsukan AD/ART?" jawab dia ketika ditemui usai pleno Golkar di kantor DPP, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (13/12).

Terkait tiga orang yang dituduhkan, Nurdin tidak mengkonfirmasi siapa saja orang dalam inisial tersebut. Namun ia pastikan tidak ada yang telah melakukan pemalsuan dokumen.

"Ngawur itu, ngawur," imbuh dia.

Tiga pentolan GMPG yakni Ahmad Doli Kurnia, M Syamsul Rizal serta Aderi Z Sitompul melaporkan dugaan pemalsuan dan penipuan perubahan redaksi anggaran dasar rumah tangga di luar dari mekanisme organisasi Partai Golkar. Laporan itu tercantum dengan nomor LP/1371/XII/Bareskrim Polri tanggal 13 Desember 2017.

"Inisialnya S, N, dan I," kata Inisiator GMPG Partai Golkar, M Syamsul Rizal di Kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (13/12).

Hal itu, kata Syamsul ditemukan ketika melakukan pengkajian AD/ART menjelang Munaslub. Dalam temuannya, terdapat dua dokumen hasil Munaslub Bali 2016 dengan ada yang dipalsukan.

"Jadi ada dua anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang berbeda, yang asli dan yang palsu," ungkapnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP