NasDem akan lobi pentolan parpol soal ambang batas calon presiden
Merdeka.com - Anggota Panitia Khusus (Pansus) revisi Undang-Undang Pemilu dari Fraksi Partai NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie mengatakan pihaknya akan berkomunikasi dengan pimpinan partai menyangkut perubahan sikap atas isu ambang batas pencalonan presiden di RUU Pemilu.
Langkah politik ini dilakukan menyusul kabar adanya enam fraksi yakni PPP, PKS, PAN, PKB, Gerindra, dan Hanura yang hampir mencapai kesepakatan angka ambang batas pencalonan presiden di angka 10-15 persen.
"Ya kita lihat lah nanti kan kita harus komunikasi juga, kembali ke induk-induk partai untuk kita bicarakan. Karena kita kan pansus kepanjangan fraksi. Fraksi adalah kepanjangan partai," kata Syarif di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6).
Sejauh ini, Fraksi NasDem masih konsisten pada posisi 20-25 persen, yakni 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional. Syarif beranggapan, angka 20-25 persen itu cukup ideal agar partai-partai tidak bisa sembarangan mencalonkan presiden.
"Ya makanya itu perlu kita bicarakan. Saat ini NasDem, kita sudah punya kesepakatan di fraksi kita minta 20 persen. Supaya nanti betul-betul tidak asal calonkan presiden. Ini kan memimpin negara," tegasnya.
Syarif berharap partai-partai mencapai titik temu soal isu-isu krusial lain hingga hari Selasa (13/6). Apabila hingga hari Selasa fraksi-fraksi tak mendapat kesepakatan, maka isu-isu krusial RUU Pemilu terpaksa diputuskan melalui voting.
"Kalau musyawarah mufakat tidak bisa kan, harus kita tempuh dengan jalan yang kita sebut dengan voting itu," ucapnya. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya