Musyawarah Komisariat Wilayah V Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Regional Kalimantan baru-baru ini diselenggarakan di Kota Palangka Raya. Acara penting ini fokus pada pembahasan potensi pembiayaan alternatif dari emisi karbon.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menyatakan bahwa seminar dan diskusi menjadi bagian integral dari Muskomwil V Apeksi. Ini bertujuan untuk mempersiapkan pemerintah kota menghadapi tantangan anggaran di masa mendatang.
Pertemuan strategis ini tidak hanya dihadiri oleh delegasi sembilan kota se-Kalimantan, tetapi juga melibatkan tiga belas kabupaten dari Kalimantan Tengah. Mereka mencari solusi inovatif untuk keberlanjutan pembangunan daerah.
Advertisement
Advertisement
Mencari Solusi Pemotongan Anggaran Melalui Pembiayaan Alternatif
Pemerintah kota di Kalimantan tengah menghadapi tantangan signifikan terkait alokasi anggaran daerah. Fairid Naparin menjelaskan bahwa, "untuk Kota Palangka Raya, alokasi transfer ke daerah tahun depan ada pemotongan sebesar Rp253 miliar."
Kondisi ini mendorong urgensi bagi pemerintah daerah untuk mencari sumber pendanaan baru. Potensi pembiayaan alternatif, khususnya dari skema emisi karbon, menjadi sorotan utama dalam agenda Muskomwil V Apeksi.
Diskusi dalam forum ini menjadi ajang pertukaran pikiran dan ide-ide inovatif. Tujuannya adalah menemukan cara-cara baru untuk membiayai pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di masa depan.
Advertisement
Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada transfer daerah. Sekaligus memastikan proyek-proyek vital tetap berjalan meskipun ada kendala fiskal.
Advertisement
Isu Strategis dan Kolaborasi Menuju Indonesia Emas
Selain pembiayaan alternatif, Muskomwil V Apeksi juga membahas sejumlah isu strategis lainnya yang krusial bagi pengembangan kota-kota di Kalimantan. Ini termasuk tata kelola pemerintahan yang baik dan pembangunan infrastruktur.
Digitalisasi layanan publik, penanganan perubahan iklim, serta upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat turut menjadi agenda pembahasan. Semua isu ini saling terkait dan membutuhkan pendekatan komprehensif.
Wali Kota Fairid Naparin menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar kota. "Semua itu tentu hanya dapat terwujud melalui kolaborasi, sinergi, dan komitmen bersama antarkota di Kalimantan," ujarnya.
Advertisement
Kolaborasi ini sejalan dengan tema muskomwil, yakni "Kota Kalimantan, Kota Masa Depan untuk Indonesia Emas". Tujuannya adalah menguatkan program pemerintah nasional dalam mencapai visi besar tersebut.
Advertisement
Peran Kalimantan dalam Visi Indonesia Emas 2045
Kalimantan kini menjadi pusat perhatian nasional, terutama dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Posisi strategis ini menuntut kota-kota di Kalimantan untuk bertransformasi secara cepat.
Transformasi tersebut mencakup peningkatan daya saing dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Hal ini krusial agar Kalimantan benar-benar dapat menjadi penopang utama terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Muskomwil V Apeksi ini melibatkan partisipasi dari sembilan kota di Kalimantan. Kota-kota tersebut antara lain Palangka Raya, Bontang, Banjarbaru, Pontianak, Tarakan, Banjarmasin, Singkawang, Balikpapan, dan Samarinda.
Advertisement
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran secara resmi membuka acara ini. Pembukaan tersebut dirangkai dengan beberapa sesi pleno dan pengukuhan pengurus Apeksi KOMWIL V periode 2026-2028.
Sumber: AntaraNews