Mulyadi Gerindra Ungkap Ada Kapal Tanker Bocor di Batam, Pemiliknya Malah Jadi 'Mesin ATM

BP Batam mengaku tidak tahu informasi adanya kapal tanker gelap tersebut.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Mulyadi Gerindra Ungkap Ada Kapal Tanker Bocor di Batam, Pemiliknya Malah Jadi 'Mesin ATM
Mulyadi Gerindra Ungkap Ada Kapal Tanker Bocor di Batam, Pemiliknya Malah Jadi 'Mesin ATM' (Merdeka.com)

Komisi VI DPR menggelar rapat dengan BP Batam di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/7).Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VI DPR Mulyadi menyoroti adanya dugaan kapal tanker yang bocor di wilayah perairan Batam.

“Bapak tahu nggak Pak, saya yakin tahu Pak, ada minyak tanker milik Iran atau apa gitu, yang hampir dua tahun ada di laut sekitar Batam Pak. Betul tidak Pak?” Kata Mulyadi saat memberikan pandangan di rapat.

Menjawab pertanyaan itu, BP Batam mengaku tidak tahu informasi tersebut. Mulyadi pun meminta agar BP Batam segera mencari tahu informasi penting itu.

Dia mengatakan, kapal itu membawa 1,6 juta barel minyak. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Itu konon ada 1,6 juta barel Pak, dengan penanganan yang tidak signifikan. Jadi ada apa? Ada potensi bocor misalnya. Itu membahayakan Batam, bahkan mungkin ke negara tetangga Pak. Jadi Bapak tolong bikin tim khusus lah, untuk mencari tahu Pak,” tegas Politikus Gerindra.

mulyadi Gerindra
mulyadi Gerindra istimewa

Dalam informasi yang diterimanya, bahkan pemilik kapal tersebut sengaja dibiarkan. Sebab, pemiliknya kerap menjadi ‘mesin ATM’ para pejabat di sana. 

Sayang, Mulyadi tak mengungkap dalam rapat tersebut. Siapa pejabat yang mendapat keuntungan dari kapal tanker yang mangkal di Batam itu.

“Yang ekstremnya saya malah dengar itu, katanya pemiliknya jadi ATM Pak. Itu nggak sehat Pak, tapi kemudian kapal tankernya bocor dan merusak ekosistem laut kita Pak,” jelas Mulyadi.

Lebih parahnya lagi, karena kebocoran ‘kapal gelap’ tersebut membuat hubungan antara Indonesia dan Singapura menjadi terganggu. Sebab, karena kapal itu merusak laut yang ada di sekitar Singapura.

mulyadi gerindra
mulyadi gerindra istimewa

“Bahkan mengganggu hubungan kita dengan negara tetangga, kan nanti Bapak sendiri yang repot. Saya kira bapak harus bentuk tim pak, cari tahu pak,” kata Mulyadi.

Dia pun meminta agar segera menindak kapal tersebut. Sehingga tidak berdampak buruk bagi Indonesia maupun Singapura.

“Kalau perlu itu bermasalah dan kapalnya terindikasi bocor pimpinan, saya kira sita saja dulu untuk negara pimpinan, daripada berbahaya untuk Batam Pak,” jelas dia.

“Nanti malah jadi promosi buruk, Bapak sudah kerja keras mempromosikan Batam, Batamnya tercemar Pak. Itu saya minta Bapak memberikan atensi khusus Pak,” tutup Mulyadi.

Rekomendasi