Mulfachri dan Hanafi Rais jadi kandidat wakil ketua DPR pengganti Taufik Kurniawan

Jumat, 2 November 2018 16:21 Reporter : Sania Mashabi
Mulfachri dan Hanafi Rais jadi kandidat wakil ketua DPR pengganti Taufik Kurniawan Taufik Kurniawan diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Anggota Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad Wibowo mengatakan, sampai saat ini partainya belum membahas nama pengganti Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Taufik Kurniawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. PAN masih fokus untuk memberikan bantuan hukum pada Taufik.

Taufik terbelit kasus dugaan gratifikasi kasus Dana Alokasi Khusus (DKA) Kabupaten Kebumen dalam APBN tahun 2016 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Saat ini belum ada pembahasan resmi di PAN tentang posisi Mas Taufik di DPR. Fokusnya masih memberi bantuan hukum jika diminta dan melihat fakta hukumnya," kata Dradjad saat dihubungi, Jumat (2/11).

Namun, Dradjad tidak membantah bahwa sudah ada pembicaraan tidak resmi terkait nama pengganti Taufik dan mengerucut pada dua nama. Di antaranya Ketua Fraksi PAN Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I sekaligus Wakil Ketua Umum PAN Hanafi Rais.

"Kalau dalam obrolan-obrolan memang muncul dua nama, yaitu Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I Hanafi Rais," ungkapnya.

Meski begitu, Dradjad menjelaskan, sebenarnya Taufik masih bisa menjabat sebagai Wakil Ketua DPR. Sebab, kata dia, status hukum Taufik belum tetap (inkracht).

"Faktor efektifitas, yaitu sisa masa bakti yang kurang dari 1 tahun dan terpotong kampanye hingga April, juga menjadi pertimbangan," ucapnya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik menerima gratifikasi yang diberikan Rp 3,6 miliar atas pengurusan Dana Alokasi (DAK) Khusus Kabupaten Kebumen pada APBN 2016.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan mengatakan, DAK ini tepatnya Rp 100 miliar. Taufik Kurniawan memutuskan menerima lima persen dari pengunci proyek tersebut.

"Diduga TK Menerima Rp 3,6 miliar," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta , Selasa (30/10). [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini