Moeldoko Sebut Narasi Kubu Prabowo Saat ini Persis Pilpres 2014

Jumat, 17 Mei 2019 22:26 Reporter : Merdeka
Moeldoko Sebut Narasi Kubu Prabowo Saat ini Persis Pilpres 2014 Kepala Staf Presiden Moeldoko. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Moeldoko menilai, narasi yang dibangun oleh kubu Prabowo-Sandiaga tak jauh berbeda dengan Pemilu 2014. Dia menduga, kubu Prabowo sudah sejak lama merancang narasi ini jika mengalami kekalahan di Pilpres 2019.

"Kalau saya melihat file 2014 tuntutannya persis. Dulu ada tujuh poin, hampir sama," kata Moeldoko usai buka bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin bersama para petinggi TKN di Posko Cemara, Jakarta, Jumat (17/5).

"Jadi ya memang kayaknya udah dirancang dari 2014 mungkin. Karena sama tuntutannya," jelas pria yang duduk sebagai Kepala Staf Presiden ini.

Dia mengajak semua pihak mengikuti aturan yang ada. Sehingga masyarakat dan pendukung menjadi tenang. Sebab, kata dia, masyarakat hanya ingin situasi yang aman dan damai pasca Pemilu. Tidak ada yang menginginkan gerakan people power atau apapun istilahnya.

"Kita semua punya kewajiban untuk membuat situasi tenang dan tidak beriak-beriak sedikit. Jadi saya berharap semua menjaga situasi tetap stabil," jelas Moeldoko.

Untuk diketahui, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menolak hasil perhitungan suara Pilpres 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dinilai diwarnai kecurangan. Prabowo tak akan menerima hasil suara yang dimanipulasi.

"Sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan yang curang, kamu tidak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran," kata Prabowo saat mengungkap fakta-fakta kecurangan pilpres di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5) malam.

Mantan Danjen Kopassus itu masih berharap kepada KPU supaya memperjuangkan kebenaran. Dia sekaligus mengingatkan KPU bahwa nasib masa depan bangsa Indonesia ada pundak penyelenggara pemilu.

"Kau yang harus memutuskan, kau yang harus memilih, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan bangsa dan rakyat Indonesia atau meneruskan kebohongan ketidakadilan, berarti kau mengizinkan penjajahan terhadap rakyat Indonesia," tuturnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini