Moeldoko: Sangat Mungkin PAN Gabung Koalisi Jokowi

Jumat, 26 April 2019 18:47 Reporter : Merdeka
Moeldoko: Sangat Mungkin PAN Gabung Koalisi Jokowi Kepala Staf Presiden Moeldoko. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko berbicara soal kemungkinan Partai Amanat Nasional (PAN) masuk kembali dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf. Moeldoko menilai, hal itu sangat mungkin terjadi sebab politik berjalan dinamis.

Namun, Moeldoko mengatakan, pertemuan Jokowi dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan di Istana Negara beberapa waktu lalu barulah tahap silaturahmi. Dia pun mengajak semua pihak untuk mengamati kelanjutan dari dinamika politik usai Pemilu.

"Itu kan baru tahapan silaturahmi. Kemungkinan ya bisa, sangat mungkin (masuk koalisi)," ujar Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/4).

Mantan Panglima TNI itu mengakui, setiap pemerintah ingin memiliki pemerintahan yang kuat dan stabil. Moeldoko mengatakan, pemerintahan yang kuat didukung lembaga lain, salah satunya DPR.

Kendati begitu, dia pun menyadari dalam sebuah negara demokrasi dibutuhkan oposisi sebagai kelompok penyeimbang. Moeldoko menuturkan, apabila tak ada oposisi, pemerintahan tak akan ideal.

"Tapi sekali lagi, sebuah negara yang demokratis perlu ada oposisinya. Sehingga nanti ada check and balances. Karena kalau enggak, kurang bagus," kata Moeldoko.

Sebelumnya, Partai Amanat Nasional (PAN) mulai mempertimbangkan mengubah arah dukungan politik usai Pemilu Serentak 2019.

Sinyal perubahan dukungan politik mulai diperlihatkan, ketika Ketua Umum PAN Zulkifli Hassan yang juga Ketua MPR menghadap Presiden Jokowi di Istana Negara.

Jokowi tampak berbincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di Istana Negara Jakarta. Dalam perbincangan itu ada pula Ketum Partai Nasdem Surya Paloh dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Usai berbincang dengan Jokowi dan beberapa elit politik, Ketum PAN ini mengaku membahas beberapa hal, salah satunya adalah pemilihan umum (Pemilu) 2019. Dia mengeluhkan durasi Pemilu yang lama sampai berbulan-bulan.

"Ya kalau silaturahmi bisa pasti banyak yang kami minta. Soal pemilu juga lama sampai menghabiskan bulan, habis energi," ujar Ketua Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi itu.

Namun, Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan, partainya masih setia dengan koalisi Prabowo-Sandiaga. Dia meminta semua pihak tak termakan dengan rumor yang tak jelas.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini