Menko Polhukam: Kok Ada Ribuan Tentara China Masuk RI, Itu Namanya Hoaks

Minggu, 24 Februari 2019 21:31 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Menko Polhukam: Kok Ada Ribuan Tentara China Masuk RI, Itu Namanya Hoaks Launching Buku dan Penghargaan Indeks Demokrasi Indonesia. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto menepis kabar banyak tentara China yang datang ke Indonesia. Dia menegaskan, tidak mungkin tentara China masuk Indonesia.

"Tapi tidak mungkin menjajah lagi Indonesia katanya banyak tentara China disuruh datang ke Indonesia. Saya tanggung jawab menkopolhukam tidak mungkin tentara asing masuk ke Indonesia," kata Wiranto di hadapan Arus Baru Muslimah yang mendeklarasikan capres-cawapres nomer urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (24/2).

Dia mencontohkan, saat kepala negara Amerika datang ke Indonesia dan mengirimkan 250 pengawal. Pihaknya pun memperbolehkan tetapi tidak keluar dari Indonesia.

"Kok ada ribuan tentara China menyelundup Indonesia, masya Allah, itu namanya hoaks," kata Wiranto.

Wiranto meminta kepada publik agar tidak percaya terhadap isu hoaks. Terlebih mengenai isu tidak pro dengan agama. Dia menyebut Jokowi dekat para ulama, karena untuk negara Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Ada empat ciri negara akan seperti itu yaitu memiliki ilmu para ulama, bijaksana yang umaroh, dermawan pengusaha, serta doanya kaum duafa.

"Berarti kalau negara adil makmur nyerap ilmunya, ilmu ulama. Ilmu kebaikan, ilmu agama. Baru bijaksana umaro pemerintah, baru bijaksana, Pak Jokowi enggak mau gitu. Enggak usah minta nasihat, sudah menyatu dengan ulama. Pak Ma'ruf Amin, yang menyatu dengan pak Jokowi," kata Wiranto.

Dia juga menjelaskan, ilmunya para ulama diserap Ma'ruf Amin untuk memajukan kebijakan pemerintahan. Dan Jokowi akan mewakili.

"Enggak usah ke sana ke mari, minta ilmunya ulama ada disampingnya ulama Indonesia, ketua MUI yang akan terus memberikan andil, memberikan masukan, ilmu-ilmu ketuhanan, ilmu spiritual yang akan mengendalikan pemerintahan. Setuju apa endak?" ungkap Wiranto.

"Baik apa endak? Bagus apa endak? Pilih atau endak? pilih nomor. Pilih nomor..haduuh. Kalau gitu ibu-ibu kata pak Ma'ruf Amin.. Aduuuh menang kita," ajak Wiranto kepada para relawan.

Isu tentara China awalnya dihembuskan oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Dia mengaku khawatir China menguasai Indonesia. Menurutnya, China sedang melancarkan misi politik untuk menduduki negara-negara yang bisa menguntungkannya.

"Sebetulnya negeri tirai bambu sedang melaksanakan politik mengembangkan program hidup karena sudah pengap, maka dia melirik negara yang kira-kira bisa diduduki," kata Amien Rais saat diskusi 'Refleksi Malari Ganti Nahkoda Negeri' di Seknas Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1).

Contohnya, Amien mengaku pernah dibisiki salah seorang Jenderal TNI supaya peserta aksi bela Islam tak terpancing provokasi karena ada tentara China yang siap mengamankan aksi tersebut jika keadaan berujung tak kondusif.

"Kalau sampai merusak toko dan lain-lain yang amankan bukan TNI, tapi tentara China, yang ada di Indonesia dan ada puluhan ribu pucuk senjata di kota kota besar. Ini bukan hoaks ini bisa dikutip. Jadi saya kalau ngomong ada dasarnya bukan genderuwo, bukan sontoloyo, mari kita tabok, enggak ada," ujar Amien. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini