Menko Polhukam imbau media massa 'cover both side' saat Pilkada

Rabu, 14 Februari 2018 20:32 Reporter : Moh. Kadafi
Wiranto. ©2018 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto mengharapkan media massa sebagai corong penyampai informasi pada masyarakat harus memberikan informasi yang 'cover both side'. Dalam dunia pemberitaan, cover both side diartikan berimbang atau tidak memihak. Wiranto berharap hal ini menjelang gelaran Pilkada Serentak tahun 2018.

"Di negeri ini harus didukung dengan satu media yang benar. Benar itu artinya tidak berpihak dan cover both side. Media yang tidak dapat digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk masuk dalam ranah persaingan politik, sebenarnya seperti itu," ucapnya saat menghadiri kegiatan Rakernas IMO Indonesia di Seminyak, Kuta Bali. Rabu (14/2).

Menurut Wiranto, jika media menyuguhkan informasi yang cover both side dalam helatan Pilkada, Pileg dan Pilpres maka dapat memberikan suatu kontribusi pada rakyat atau masyarakat pemilih.

"Sehingga nanti, mereka paham betul siapa yang dipilih dan syarat pemilihannya bagaimana," ujarnya.

Wiranto juga menyampaikan, bahwa kehadiran media massa itu dalam event Nasional seperti Pilkada, Pileg, dan Pilpres itu harus positif, bukan malah menambah permasalahan.

"Aparat keamanan polisi dan TNI susah payah mengamankan pelaksanaan Pilkada. Itu harus didukung oleh segenap masyarakat termasuk media yang punya peranan sangat penting sehingga mensukseskan Pilkada, Pileg dan Pilpres," ujarnya. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini