Mendikti Saintek dan Panglima TNI Hadiri Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih di Kediaman Prabowo, Bahas Swasembada?

Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Mendikti Saintek dan Panglima TNI, menggelar rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo, membahas strategi penting untuk swasembada nasional. Apa saja poin krusial yang dibahas?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mendikti Saintek dan Panglima TNI Hadiri Rapat Terbatas Kabinet Merah Putih di Kediaman Prabowo, Bahas Swasembada?
Sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, termasuk Mendikti Saintek dan Panglima TNI, menggelar rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo, membahas strategi penting untuk swasembada nasional. Apa saja poin krusial yang dibahas? (AntaraNews)

Sejumlah menteri penting dari Kabinet Merah Putih diketahui telah menggelar rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan ini berlangsung di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu, 19 Oktober. Agenda utama rapat tersebut berfokus pada pembahasan strategis untuk kemajuan bangsa.

Hadir dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih tersebut antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Brian Yuliarto. Turut serta juga Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara Mohammad Herindra, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Panglima TNI Jenderal Agus Subianto. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB, menunjukkan keseriusan dalam agenda yang dibahas.

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah pembahasan mendalam mengenai Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM). Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan tugas khusus kepada Kemendikti Saintek. Tugas ini berkaitan erat dengan upaya mencapai swasembada energi dan pangan nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menjadi salah satu figur sentral dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih tersebut. Beliau mendapatkan amanat penting dari Presiden Prabowo Subianto. Amanat ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, khususnya di bidang STEM.

Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya telah mengonfirmasi penugasan baru ini setelah rapat dengan Presiden Prabowo. "Mendikti Saintek diberi tugas oleh Bapak Presiden untuk menyiapkan sumber daya manusia terutama di bidang STEM," kata Prasetyo Hadi. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (14/10) di Ruang VVIP Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Selain pengembangan SDM, Presiden juga menugaskan Mendikti Saintek untuk melakukan penelitian mendalam. Penelitian ini fokus pada teknologi yang dapat mendukung pencapaian swasembada energi. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan energi yang mandiri bagi Indonesia di masa depan.

Khusus untuk swasembada pangan, Mendikti Saintek diminta menerapkan teknologi inovatif. Ini termasuk teknologi terkait bibit unggul dan teknologi di bidang mineral. Pemanfaatan sumber daya alam mineral Indonesia secara optimal juga menjadi bagian dari tugas ini.

Kehadiran sejumlah tokoh penting dalam rapat terbatas Kabinet Merah Putih ini mengindikasikan prioritas tinggi pemerintah. Selain Mendikti Saintek, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto juga turut hadir. Ini menunjukkan bahwa isu yang dibahas memiliki dimensi keamanan dan strategis yang luas.

Rapat ini diselenggarakan di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara Nomor 4. Lokasi ini seringkali menjadi tempat pertemuan penting yang bersifat informal namun strategis. Hal ini mencerminkan suasana diskusi yang lebih intensif dan fokus.

Menteri Bahlil Lahadalia, yang tiba lebih awal, sempat menyapa awak media. Ia melambaikan tangan ke arah wartawan yang berkerumun di ujung Jalan Kertanegara. Gestur ini menunjukkan keterbukaan meskipun rapat berlangsung secara tertutup.

Kehadiran Kepala BIN Mohammad Herindra dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga menegaskan urgensi rapat. Mereka berperan penting dalam koordinasi intelijen dan administrasi kabinet. Seluruh jajaran ini menunjukkan komitmen penuh terhadap agenda yang dibahas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi