Mendagri Tantang BPN Prabowo: Buktikan Saya Tidak Netral

Selasa, 2 April 2019 18:42 Reporter : Moch. Andriansyah
Mendagri Tantang BPN Prabowo: Buktikan Saya Tidak Netral Mendagri Tjahjo Kumolo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo membantah tudingan tak netral di Pilpres 17 April 2019, yang dilontarkan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga. Dia disebut-sebuat sebagai pihak yang berkepentingan atas hasil pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Saya telepon KPU (Komisi Pemilihan Umum) saja endak pernah, ikut campur urusan DPT (Daftar Pemilih Tetap) endak pernah, buktikan dong yang mana saya endak netral," tegas Tjahjo usai mengisi kuliah umum di Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Selasa (2/4).

Sekali lagi, politikus asal PDIP ini menegaskan, bahwa tugasnya hanya membantu penyelenggara pemilu, membantu hal-hal yang dibutuhkan oleh KPU. "Kemudian menyerahkan daftar nama (DP4/Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu), itu saja," tegas Tjahjo.

Selebihnya, lanjut Tjahjo, pemutakhiran data hingga hari coblosan dilakukan oleh KPU. "(DPT) Yang ngurus KPU. Saya telepon komisioner pun selama ini endak pernah, saya jaga independensi," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Dojohadikusumo menuding Tjahjo tak netral di Pilpres 2019. Tudingan adik kandung Prabowo ini dilontarkan saat konferensi pers di Hotel Ayana Midplaza, Senin (1/4) kemarin.

Indikasi ketidaknetralan Tjahjo ini, karena BPN Prabowo-Sandi mengklaim telah menemukan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.

BPN Prabowo-Sandi juga mengaku menemukan sekitar 304.782 DPT di bawah umur 17 tahun, 41.555 KK (Kartu Keluarga) manipulatif, 18.832 data invalid, dan 6.169.895 data ganda. [rnd]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini