Mayjen Doni Monardo dinilai cocok gantikan Edy Rahmayadi jadi Pangkostrad

Selasa, 2 Januari 2018 17:08 Reporter : Fikri Faqih
Mayjen Doni Monardo dinilai cocok gantikan Edy Rahmayadi jadi Pangkostrad Sertijab Danjen Kopassus. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi memutuskan untuk masuk ke dunia politik dan pensiun dini dari TNI. Dia rencananya akan menjadi calon Gubernur Sumatera Utara pada Pilkada serentak 2018 mendatang.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Charles Honoris mengatakan, rotasi pimpinan tertinggi di tubuh Kostrad tidak boleh terlalu lama. Terlebih saat ini Letjen Edy Rahmayadi sudah melakukan aktivitas sebagai calon Gubernur Sumatera Utara bersama partai-partai pendukungnya.

"Pengganti Letjen Edy Rahmayadi harus memiliki kualifikasi yang baik dan teruji. Kostrad mempunyai tugas pokok menyelenggarakan OMP dan OMSP dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD," katanya di Jakarta, Selasa (2/1).

Dia mengharapkan, pengganti Letjen Edy harus menjunjung tinggi profesionalitas dan jauh dari politik praktis. Calon Pangkostrad setidaknya pernah menjadi komandan teritorial setingkat Pangdam sehingga memahami struktur dan komando organisasi di tubuh TNI AD.

"Penugasan di daerah yang dulunya rawan seperti Maluku, dan Papua bisa menjadi nilai tambah," jelasnya.

Charles melihat ada beberapa perwira tinggi AD yang layak sebagai calon Pangkostrad pengganti Letjen Edy. Salah satunya Mayjen Doni Monardo yang saat ini bertugas sebagai Pangdam Siliwangi. Sebelum bertugas sebagai Pangdam Siliwangi, Mayjen Doni Monardo juga sempat bertugas sebagai Pangdam Pattimura dan pernah memimpin pasukan elite sebagai Danjen Kopassus.

"Tapi, penunjukan Pangkostrad yang baru sepenuhnya wewenang KSAD dan Panglima TNI. Siapapun nantinya yang diangkat harus bisa berkontribusi menjadikan TNI institusi yang kuat dan profesional," tutupnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini