Ma'ruf Setuju dengan Jokowi saat Pemilu Pakai Baju Putih

Rabu, 27 Maret 2019 18:24 Reporter : Merdeka
Ma'ruf Setuju dengan Jokowi saat Pemilu Pakai Baju Putih Jokowi dan Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Calon presiden Joko Widodo atau Jokowi menginstruksikan kepada para relawan, pendukung dan simpatisannya untuk melakukan Gerakan Rabu Putih, pada 17 April 2019 nanti. Bahkan untuk menggunakan baju putih.

Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, mengatakan sudah sepakat dengan rencana itu. Di mana hari Rabu 17 April 2019 mendatang, harus menggunakan baju putih.

"Memang Pak Jokowi sudah (menyampaikan Rabu Putih) dan saya sepakat, bahwasanya hari Rabu itu hari baju putih dan memilih yaitu pasangan yang pakai putih," ucap Ma'ruf di Temanggung, Jateng, Rabu (27/3).

Dia kembali mengingatkan bahwa putih adalah kita. Dan memilih yang menggunakan baju putih.

"Jadi putih adalah kita. Karena itu kita akan memilih yang gambarnya putih dengan menggunakan baju putih," jelas Ma'ruf.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, juga akan menyerukan gerakan yang sama. Dia menuturkan, ini penting untuk melawan hoaks jelang Pilpres.

Menurutnya, hoaks memengaruhi masyarakat untuk tidak berangkat ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), menggunakan hak pilih. Demi meningkatkan partisipasi masyarakat memilih, GP Ansor akan melakukan gerakan Rabu Putih.

Dia memastikan, jutaan anggota Ansor akan turut serta dalam gerakan Rabu Putih. Sebagian anggota Ansor akan difungsikan sebagai tenaga pembantu pengamanan TNI dan Polri pada 17 April 2019. Sementara, sebagian lainnya untuk berpartisipasi dalam gerakan Rabu Putih.

"Kita punya 4,7 juta kader Ansor seluruh Indonesia. Sebagian kita akan fungsikan mereka sebagai tenaga pembantu pengamanan TNI, Polri. Kemudian yang lain, yang tidak sedang bertugas, kita minta untuk menggerakkan pemilih," ungkapnya.

Sementara, di kesempatan berbeda, pengamat politik Ujang Komaruddin, melihat sebagai kampanye yang kreatif pada Pilpres 2019. Dia menuturkan, bisa digambarkan baju putih merupakan kampanye untuk melawan simbol hitam yang dikembangkan lawan.

"Bisa digunakan untuk mengidentifikasi diri sebagai pihak yang ada dijalan yang lurus," ungkap Ujang.

Dia menilai kampanye baju putih memiliki makna yang sama dengan kampanye baju kotak-kotak yang pernah terjadi ketika Jokowi menjadi capres pada Pilpres 2014. Dirinya mengatakan simbolisasi itu merupakan upaya menguatnya politik identitas, terutama di kalangan umat Islam.

"Ini sama dengan kampanye baju kotak-kotak yang pernah terjadi ketika Jokowi menjadi capres pada Pilpres 2014," jelas Ujang.

Lebih dari itu, ia mengatakan secara teknis simbolisasi baju putih digunakan untuk membedakan antara kubu 01 dengan kubu 02. Karena di kertas suara yang menggunakan baju putih hanya kubu 01," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini