Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mantan Menteri ESDM bicara politik sakral era Bung Karno

Mantan Menteri ESDM bicara politik sakral era Bung Karno Sudirman Said di KPK. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Lama tak muncul, mantan Menteri ESDM Sudirman Said terlihat hadir dalam diskusi dan pertemuan tertutup di kediaman calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan, Jalan Lebak Bulus II Dalam, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (16/4). Sudirman Said bicara soal politik nasional.

Di awal masa kemerdekaan Indonesia, politik merupakan hal sakral. Praktik politik pun tidak memalukan. "Melihat gambar Bung Karno dan Bung Hatta jadi terinspirasi di masa lalu politik sakral, punya harga diri sakral," kata Sudirman Said.

Jauh berbeda dengan praktik politik dewasa ini yang mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Dia mencontohkan dua kasus. Pertama, kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan yang memperlihatkan adanya tekanan politik luar biasa terhadap lembaga penegak hukum yang ingin memberantas praktik korupsi di Indonesia. Kedua, kisruh dalam tubuh DPD RI yang dianggap sebagai sebuah drama.

"Tentang pimpinan DPD beberapa lalu itu drama-drama politik yang memalukan. Kenapa sekarang jadi ajang kontroversi," ucap Sudirman.

Dia melanjutkan, mengorbankan sistem dasar politik untuk kepentingan politik praktis tak akan mendatangkan manfaat. Sebaliknya justru akan mendatangkan bencana. "Kita berharap DKI adalah etalase seluruh Republik kalau dipraktikkan dengan benar maka warnanya akan baik juga," ujarnya.

Sudirman Said melihat kehadiran Anies Baswedan sebagai kandidat pemimpin DKI Jakarta menjadikan contoh cara mendapatkan kekuasaan dengan baik.

"Kalau kita betul mau meluruskan hal bengkok harus benar karena kejujuran itu integritas jadi pintu masuk yang harus diperjuangkan," ungkapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP