LSI Denny JA: PKS, NasDem, PAN, PPP, dan Perindo Masih Rawan Lolos ke DPR

Sabtu, 13 April 2019 15:01 Reporter : Merdeka
LSI Denny JA: PKS, NasDem, PAN, PPP, dan Perindo Masih Rawan Lolos ke DPR Survei LSI Denny JA, PDIP Potensial Juara. ©Liputan6.com/nandaperdanaputra

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei mengenai elektabilitas partai politik dalam kontestasi Pemilu 2019. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) berpotensi besar menang di Pemilu 2019 berdasarkan hasil survei LSI Denny JA.

Sementara enam parpol terbawah terancam gagal masuk parlemen. Enam partai ini terancam tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamantary treshold (PT) sebesar empat persen.

Peneliti LSI Denny JA Ikrama Masloman mengatakan, elektabilitas PDIP per April 2019 ini adalah 26,7 persen hingga 31,1 persen. Mengekor PDIP ada Partai Gerindra 13,4 persen-17,8 persen dan Partai Golkar 11,5 persen-15,9 persen.

"Kita gunakan rentang dengan memperhitungkan margin of error, swing voter, dan golput," kata Ikrama di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (13/4).

Di posisi selanjutnya ada Partai Demokrat 4,6 persen-9,0 persen; PKB 4,5 persen-8,9 persen; PKS 3,8 persen-8,2 persen dan Partai NasDem 3,5 persen-7,9 persen. Serta Partai Perindo 2,3 persen-6,7 persen; PPP 1,9 persen-6,3 persen; dan PAN 1,4 persen-5,8 persen.

"Untuk PKS, NasDem, PAN, PPP, dan Perindo masih rawan walaupun potensial lolos Parlementary Threshold 4 persen," kata dia.

Sementara untuk elektabilitas enam parpol terbawah adalah Partai Hanura 0,5 persen-3,2 persen; PBB 0,5 persen-3,2 persen; PSI 0,5 persen-3,2 persen; Partai Berkarya 0,5 persen-3,0 persen; Partai Garuda 0,4 persen-2,6 persen; dan PKPI 0,3 persen-2,3 persen.

"Jika tidak ada langkah big bang, enam partai ini terancam terhempas pada Pileg 2019," kata Ikrama.

Penelitian tersebut dilakukan pada 4 April sampai 9 April 2019. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan melibatkan 2 ribu responden lewat kuesioner wawancara tatap muka. Adapun Margin of error penelitian tersebut sebesar 2,2 persen.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini