Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono tak mempermasalahkan langkah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi maju dalam Pilgub Sumut. Namun, dia meminta keinginan itu dilalui dengan cara yang benar.
"Kalau tidak sesuai prosedur nambah dosa, tapi kalau sesuai prosedur mah enggak (dosa)," ujar Mulyono di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (27/12).
Menurut Mulyono, Edy sudah meminta restu untuk maju dalam ajang politik. Namun, keinginan ketum PSSI itu masih menunggu keputusan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
"Pak Edy sudah mengajukan itu, kita sudah proses sampai Panglima TNI kita tinggal tunggu turunnya saja. Enggak masalah. Kalau di saya sudah tinggal ke Panglima," kata Mulyono.
Menurutnya, Edy mungkin sangat dibutuhkan untuk rakyat. Sehingga ia akan maju dalam Pilkada 2018 dan akan dihambat.
"Kalau memang rakyat membutuhkan kenapa tidak. Mereka berkarir di tempat kita tapi kalau ada yang membutuhkan, negara membutuhkan, rakyat membutuhkan, kenapa tidak, kenapa saya harus halang-halangi," pungkasnya.