Kubu Bamsoet: Aklamasi Tak Dicegah, Airlangga Jadi Ketum Golkar Seumur Hidup

Jumat, 15 November 2019 18:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Bamsoet: Aklamasi Tak Dicegah, Airlangga Jadi Ketum Golkar Seumur Hidup Rapimnas Golkar. ©2019 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Kubu Airlangga Hartarto ingin pemilihan caketum di Munas Golkar berjalan musyawarah mufakat. Loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet), Viktus Murin, menyebut, musyawarah mufakat sama dengan calon tunggal untuk aklamasi.

"Kami memberi warning kepada ketua umum partai Golkar Airlangga Hartarto beserta para loyalis dan followersnya, kami memberikan warning jangan mempersempit makna musyawarah mufakat. Itu adalah makna calon tunggal untuk aklamasi," ujar Viktus Murin di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (15/11).

Kubu Bamsoet ingin di Munas nanti melalui mekanisme voting atau pemungutan suara. Sebab, voting suara juga adalah bagian dari proses musyawarah mufakat.

"Dalam pemilihan orang, dalam konteks leader, pemimpin, sangat harus pemungutan suara, itu empirisnya begitu tidak dapat dihindari. Jadi jangan sekali kali mempersempit makna musyawarah mufakat. Itu sama dengan aklamasi atau calon tunggal," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Dorong Voting

Senada dengan Viktus, Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga ingin pemungutan suara dilakukan di Munas. Dia pun ingin dibukanya pendaftaran diri untuk caketum Golkar.

"Kita ingin ada voting, kita ingin ada penjaringan bakal calon dan dibuka. Kalau tidak ada yang mendaftarkan diri, selesai maka tidak ada aklamasi. Aklamasi juga bukan tabu," ucapnya.

"Kalau ini tidak kita cegah, maka Pak Airlangga itu bisa jadi ketua seumur hidup. Karena besok akan dia ulangi lagi cara-cara seperti itu," sambungnya.

Menurut Jubir Bamsoet ini, pemilihan aklamasi harus memenuhi dua syarat. Pertama tidak ada calon, kedua ada calon tapi calon tersebut menempuh cara musyawarah mufakat.

Namun, kandidat yang maju sekarang ada tiga nama di luar Airlangga. Artinya, keinginan pemilihan aklamasi jauh dari harapan dan keinginan Airlangga.

"Karena sudah pasti ada calon lain. Terus musyawarah mufakat itu bukan barang haram, tapi aklamasi menjadi haram apabila tidak memenuhi syarat tadi. Tidak ada calon, artinya calon tunggal ataupun calon-calon sudah menempuh cara-cara mufakat," ujarnya. [rnd]

Baca juga:
Nusron Wahid: Tidak akan Aklamasi, Ada 4 Calon Tantang Airlangga di Munas
Ridwan Bae Tegaskan 17 DPD Golkar Sultra Solid Dukung Airlangga
Airlangga Disebut Didukung 28 Pengurus Provinsi di Munas Golkar
Loyalis Bantah Airlangga Kumpulkan Kepala Daerah untuk Menangkan Munas Golkar
Bamsoet: Masih Ada 514 Suara DPD II Belum Didengar
Masih Optimis Menang Munas, Bamsoet Ungkit Kekalahan Akbar Tanjung Lawan JK

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini